Jabaran.id – Apoteker memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dalam bidang kesehatan bersama-sama dengan profesi tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dll. Namun, tidak seperti halnya dokter, profesi apoteker kurang dikenal di masyarakat, terutama anak-anak. Anak-anak belum mengetahui apa peran apoteker dan bidang apa saja yang dapat menjadi tempat seorang apoteker berkarya. Pengenalan profesi perlu dilakukan sejak usia dini.
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan aspek fundamental dalam pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Rendahnya literasi kesehatan terkait profesi apoteker di kalangan siswa SD, rendahnya perilaku PHBS, dan kurangnya partisipasi anak sebagai agen perubahan karena promosi kesehatan di sekolah masih bersifat satu arah. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, lingkungan masyarakat, dan sekolah memiliki andil besar dalam mengenalkan profesi dan PHBS kepada anak-anak.
Pada hari Senin, tanggal 8 Desember 2025 yang lalu, telah terlaksana kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan Tema ‘Apoteker Cilik sebagai Agen Perubahan Hidup Bersih dan Sehat’ di Sekolah Dasar Lazuardi Al-Falah GCS, Depok yang dimotori oleh Dosen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) yaitu Lusiana Ariani, Sondang Khairani, dan Reise Manninda. Kegiatan ini juga melibatkan tujuh orang mahasiswa dan dua tenaga kependidikan FFUP, sebagai implementasi program Diktisaintek Berdampak dalam kegiatan Project Independent. Kegiatan yang bertujuan utama untuk mengenalkan profesi apoteker serta PHBS kepada siswa SD kelas 2 dan 3 ini merupakan Hibah Insentif PKM 2025 yang disponsori oleh FFUP.
Kepala Sekolah SD Lazuardi Al-Falah GCS, Anis Herni Setyanti, mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sangat positif, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dengan memperkenalkan profesi apoteker dan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai peran dan tempat apoteker berkarya, serta membiasakan cuci tangan dan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Materi edukasi disampaikan oleh Hana Hamidayanti dan Nurul Tri Nurjanah, yang menjelaskan profesi apoteker, bentuk sediaan obat, golongan obat, dan pentingnya PHBS. Para siswa juga diajak lebih memahami bagaimana peran apoteker melalui penyampaian story telling oleh Siti Rofiqoh berjudul ‘Berani yuk Minum Obat‘ yang sangat atraktif membuat siswa sangat antusias selama kegiatan. Pengalaman belajar seperti ini, bukan hanya didasarkan pada buku bacaan dan penjelasan guru, harapannya dapat lebih bermakna bagi para siswa.
Setelah penyampaian materi, para siswa diajak belajar sambil bermain dengan games pengetahuan mengenai kefarmasian dan melakukan praktik langsung cara cuci tangan yang baik. Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Dari kegiatan ini terpilih dua orang siswa sebagai perwakilan apoteker cilik di sekolah.
“Kami selaku tim PKM dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila sangat berterima kasih atas kerjasama yang baik dari SD Lazuardi Al-Falah GCS Depok, melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan dalam literasi kefarmasian dan PHBS sekaligus berkontribusi dalam promosi kesehatan di sekolah“, ungkap Lusiana Ariani.
“Kegiatannya seru banget..story telling, dan banyak games..dari kegiatan ini, saya jadi tau siapa itu apoteker, dan saya juga tidak takut lagi minum obat, ungkap Kai. Saya juga jadi lebih tahu langkah-langkah PHBS dan cara cuci tangan yang baik, nantinya saya akan mengingatkan teman-teman untuk selalu hidup bersih”, demikian tutur Sarah, apoteker cilik terpilih.
Komentar positif juga disampaikan oleh tim guru pendamping, yang berharap bahwa kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran bagi para siswa, serta juga dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya. (*)
Ditulis oleh:
Lusiana Ariani, Sondang Khairani, dan Reise Manninda
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta
