Jabaran.id – Pemerintah Kota Depok mulai mengeksekusi solusi konkret untuk mengatasi kemacetan kronis di sejumlah titik padat lalu lintas. Wali Kota Depok Supian Suri memastikan pembangunan flyover Margonda hingga underpass Citayam menjadi prioritas utama tahun ini.
Supian menyebut, kemacetan di Margonda, Citayam, dan Sawangan selama ini menjadi pekerjaan rumah besar Pemkot Depok. Karena itu, penanganannya dilakukan bertahap dengan mengedepankan infrastruktur jangka panjang.
Untuk kawasan Margonda, Pemkot Depok menargetkan pembangunan Flyover Margonda yang berlokasi di persimpangan lampu merah Juanda. Proyek ini dinilai krusial sebelum pembangunan underpass menuju Universitas Indonesia (UI) dan RSUI direalisasikan.
Menurut Supian, jika underpass RSUI dibangun lebih dulu tanpa flyover, arus kendaraan justru berpotensi menambah kemacetan di Jalan Margonda, terutama dari arah Juanda menuju selatan.
“Flyover Margonda harus lebih dulu. Setelah itu baru underpass RSUI, supaya alur lalu lintasnya lebih tertata dan tidak menumpuk di satu titik,” jelasnya.
Sementara di wilayah Sawangan, Pemkot Depok akan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik rawan macet guna meningkatkan kapasitas lalu lintas.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan Underpass Citayam. Proyek ini menjadi kerja sama lintas wilayah karena Citayam berada di perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
Kabupaten Bogor disebut telah menyatakan komitmen pendanaan dengan nilai yang relatif sama untuk pembebasan lahan. Adapun pembangunan fisik underpass rencananya akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp200 miliar.
Supian menegaskan, pembangunan underpass atau flyover menjadi solusi yang tak terelakkan, mengingat tingginya frekuensi perjalanan KRL yang melintas setiap tiga menit di sejumlah perlintasan sebidang.
Sejumlah titik seperti Bundaran UI, Jalan Arif Rahman Hakim, dan Jalan Dewi Sartika dinilai sudah memiliki solusi. Namun, Jalan Raya Citayam masih menjadi titik krusial terakhir yang harus dituntaskan karena merupakan jalur utama yang masih beririsan langsung dengan rel kereta.
“Kalau Citayam ini selesai, maka jalur utama yang bersinggungan langsung dengan kereta di Depok bisa kita tuntaskan,” pungkas Supian.
