HomePendidikanDemokrasi dan Musyawarah: IPM SMP Muhammadiyah Sawangan Dipimpin Teuku Irfan Siraj

Demokrasi dan Musyawarah: IPM SMP Muhammadiyah Sawangan Dipimpin Teuku Irfan Siraj

Jabaran.id – SMP Muhammadiyah Sawangan mencatat babak baru dalam kehidupan organisasi siswa. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sekolah tersebut secara resmi telah menyelesaikan proses regenerasi kepemimpinan, menghasilkan susunan pengurus inti yang akan mengemban amanah selama satu tahun ke depan.

Berdasarkan hasil pemilihan suara dan proses formatur yang telah dilaksanakan, Teuku Irfan Siraj terpilih sebagai Ketua IPM SMP Muhammadiyah Sawangan untuk masa periode tahun ini. IPM ini adalah organisasi siswa di sekolah, seperti peran OSIS.

Pemilihan IPM SMP Muhammadiyah Sawangan 2

“Setelah melakukan pemilihan suara dan hasil formatur, terpilih Teuku Irfan Siraj yang menjadi ketuanya untuk setahun masa periode,” jelas Wakil Kesiswaan SMP Muhammadiyah Sawangan, Asep Awaludin.

- Advertisement -

Ia melanjutkan bahwa posisi sekretaris akan diemban oleh Athifa Zilfa Byandya, sementara Joanna Azahra Yani dipercaya sebagai bendahara organisasi.

Asep Awaludin menambahkan bahwa pengisian struktur kepengurusan yang lebih lengkap masih akan berlanjut.

“Untuk sementara ini baru ada pengurus tersebut, nanti setelahnya baru akan ada pembahasan rapat berikutnya untuk penempatan siswa-siswa yang menjadi pengurus di berbagai bidang IPM,” ungkapnya.

Proses pemilihan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah ini diwarnai dengan persaingan yang sehat. Sebanyak 13 calon siswa memperebutkan posisi ketua, dengan mekanisme pemilihan yang unik. Setiap pemilih diberikan kebebasan untuk memilih hingga sembilan nama dari daftar calon yang tersedia, sebuah metode yang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap setiap kandidat.

Yang menarik dari proses ini adalah penerapan nilai-nilai musyawarah murni ala Muhammadiyah, yang tidak serta merta mengukuhkan pemenang suara terbanyak. Wakil Kesiswaan tersebut memaparkan mekanisme khusus yang diterapkan.

“Di lingkungan Muhammadiyah dalam teknis pemilihan sebuah ketua organisasi, setelah mendapatkan calon ketua yang meraih suara terbanyak, tidak langsung dinobatkan menjadi ketua,” jelas Asep.

Lebih lanjut, Asep Awaludin menjelaskan tata cara jika calon terpilih pertama menolak. Jika berkenan, maka langsung menjadi ketuanya. Tetapi, jika menolak, maka posisi ketua akan ditawarkan kepada calon ketua yang meraih suara terbanyak kedua, dan format tersebut sampai seterusnya.

“Mekanisme ini menekankan prinsip kesediaan dan tanggung jawab penuh dalam memikul amanah, di atas sekadar perolehan suara. Proses ini memastikan bahwa kepemimpinan yang terbangun didasarkan pada kesepakatan dan kemauan kuat dari individu yang terpilih, mengedepankan etika dan kematangan sikap dalam berorganisasi,” paparnya.

Dengan demikian, terpilihnya Teuku Irfan Siraj beserta jajaran pengurus inti menandai dimulainya fase pembinaan dan pengabdian baru. Proses demokratis yang dilandasi nilai musyawarah ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi IPM SMP Muhammadiyah Sawangan untuk terus berkontribusi aktif dalam mengembangkan potensi pelajar, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here