Jabaran.id – Sebanyak 71 siswa SMPN 16 Depok mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) yang digelar secara intensif selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (30-31 Januari 2026). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB keesokan harinya ini diikuti oleh 33 perwakilan OSIS dan 38 pengurus dari berbagai ekstrakurikuler di sekolah.
Wakil Kesiswaan SMPN 16 Depok, Hamsin Indah Febianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dan mendalam bagi para calon pemimpin sekolah.

“Kita bekerja sama dengan Denma Divif 1 Kostrad Cilodong. Kegiatannya diantaranya pelatihan baris berbaris (PBB), materi pengetahuan leadership, uji materi dan diskusi, caraka malam, dan anjangsana,” ujarnya.
Kolaborasi dengan institusi TNI ini diharapkan dapat menanamkan kedisiplinan dan ketangguhan mental peserta.
Indah menambahkan bahwa rangkaian kegiatan yang padat dan dilaksanakan hingga malam hari, seperti caraka malam, sengaja dirancang untuk menguji fisik, mental, serta kemampuan kerjasama tim dalam kondisi yang menantang.
“Metode pelatihan ini diyakini akan memperkuat ikatan antaranggota dan memupuk solidaritas, yang merupakan elemen krusial dalam kepemimpinan yang efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 16 Depok, Agus Purwanto, menegaskan bahwa tujuan utama dari LDKO ini jauh melampaui sekadar pelatihan keterampilan organisasi.
Ia menyatakan program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi dalam sikap serta perilaku peserta.
“Penanaman nilai-nilai dasar ini dianggap sebagai fondasi utama sebelum membekali peserta dengan berbagai teknik kepemimpinan,” terangnya.
Lebih lanjut, Agus Purwanto memaparkan bahwa target jangka panjang dari kegiatan ini adalah membentuk karakter peserta yang berjiwa kepemimpinan, mampu menjadi teladan, dan memiliki komitmen dalam berorganisasi.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga berharap dapat meningkatkan kesadaran peserta akan peran dan tanggung jawabnya sebagai calon pemimpin yang beretika. Harapannya, para peserta tidak hanya cakap dalam mengelola kegiatan, tetapi juga memahami beban moral dan tanggung jawab yang melekat pada setiap pengambilan keputusan.
“Pelatihan yang menggabungkan unsur fisik, mental, dan diskusi etika kepemimpinan ini diharapkan dapat menghasilkan kader organisasi sekolah yang tidak hanya terampil tetapi juga berkarakter. Tetapi dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh, seperti integritas dan tanggung jawab, dalam setiap aktivitas mereka, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (*)
