Jabaran.id – Semarak Tahun Baru Imlek turut mewarnai kegiatan belajar mengajar di KB-TK Nasional Plus (NP) Tunas Global, Kota Depok. Sekolah yang berlokasi di kawasan Pancoran Mas ini tidak sekadar merayakan pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, tetapi menjadikannya sebagai panggung pembelajaran keberagaman bagi anak usia dini melalui ajang Monthly Student Performance (MSP) bertema Imlek.
Puluhan siswa dari jenjang Kelompok Bermain hingga Taman Kanak-kanak tampil memeriahkan acara yang digelar di lingkungan sekolah tersebut. Sebanyak 76 siswa unjuk kebolehan di hadapan para guru dan orang tua, menyuguhkan atraksi seni yang memadukan keceriaan anak-anak dengan nuansa budaya Tionghoa. Mulai dari nyanyian lagu bertema Imlek, tarian khas, hingga permainan alat musik sederhana, semua ditampilkan dengan penuh semangat oleh para bocah yang masih duduk di bangku pendidikan anak usia dini tersebut.

Ketua Panitia kegiatan, Nanda Fitriana, menjelaskan bahwa konsep Monthly Student Performance dengan mengusung tema Imlek ini sengaja dipilih sebagai wahana aktualisasi diri para siswa. Menurutnya, panggung performance merupakan media yang efektif untuk mengasah keberanian dan bakat terpendam anak sejak dini.
“Dalam kegiatan tersebut diisi dengan berbagai penampilan dari 76 siswa KB dan TK, ada yang menyanyi, menari, dan bermain. Intinya untuk memupuk rasa percaya diri, dan kreativitas siswa,” ungkap Nanda Fitriana.
Lebih jauh, Nanda Fitriana menerangkan bahwa pemilihan tema Imlek tidaklah semata-mata bersifat seremonial. Pihak panitia merancang kegiatan ini dengan tujuan yang lebih besar, yaitu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap kekayaan budaya Nusantara.
“Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan seni dan budaya daerah sebagai aset kebudayaan nasional. Selain itu untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional. Meningkatkan tali persaudaraan dan persatuan melalui kesenian,” jelas Nanda Fitriana.
Sementara itu, Kepala KB-TK NP Tunas Global Depok, Saanih, memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai makna perayaan Imlek di lingkungan sekolah yang berbasis keberagaman. Ia menegaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya sengaja memperkenalkan berbagai macam budaya, termasuk perayaan hari besar agama lain, sebagai bagian dari kurikulum tersembunyi untuk membentuk karakter siswa yang toleran. Saanih menjelaskan bahwa Imlek tidak hanya dimaknai secara sempit sebagai hari raya umat Konghucu, melainkan sebagai momentum untuk merefleksikan realitas kemajemukan masyarakat Indonesia.

“Imlek adalah hari pergantian tahun berdasarkan penanggalan Imlek dalam Bahasa Mandarin Yinli. Perayaan Hari Raya Imlek tidak hanya menjadi momen untuk penganut Kong Hu Cu, akan tetapi menjadi sebuah media refleksi kodrat pluralitas yang telah Tuhan berikan, kiranya menjadi potensi besar untuk menata kehidupan sosial keagamaan yang lebih rukun dan damai, menciptakan relasi inter-agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai humanitas dan nasionalitas,” papar Saanih dengan tegas.
Saanih kemudian menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti ini, pihak sekolah ingin membangun kesadaran pada diri peserta didik sejak usia dini bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Ia menekankan bahwa KB-TK NP Tunas Global berkomitmen untuk menjadi sekolah yang merayakan kebhinekaan, bukan hanya sekadar wacana, tetapi dalam aksi nyata.
“KB-TK NP Tunas Global merupakan sekolah keberagamaan yang mengenalkan serta mensosialisasikan kebhinekaan berbudaya, yang salah satunya dengan mengadakan perayaan Tahun Baru Imlek. Hal ini dilakukan supaya para siswa mampu mengetahui dan menerima kebhinekaan budaya di Indonesia melalui karya dan kreativitas,” pungkas Saanih. (*)
