Jabaran.id – Dunia pendidikan vokasi di Kota Depok kembali mengalami perluasan. Kini, SMKN 5 Depok resmi berdiri dan mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran sekolah ini menjadi tambahan baru bagi deretan SMK negeri yang ada di Kota Depok.
Hubungan Industri (Hubin) SMKN 5 Depok, Helvarosa, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga jurusan unggulan untuk menyambut para calon siswa. Ketiga kompetensi keahlian tersebut adalah tata boga, bisnis retail, serta manajemen logistik. Helvarosa menyampaikan bahwa total target siswa yang akan diterima sebanyak 108 orang. Jumlah tersebut terbagi ke dalam tiga rombongan belajar atau rombel, di mana setiap rombel diisi oleh 36 siswa.
Lebih lanjut, Helvarosa mengungkapkan alasan di balik pemilihan ketiga jurusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tata boga dipilih karena peminatnya sangat banyak dan industri di bidang ini terus berkembang. Sementara untuk bisnis retail dan manajemen logistik, Helvarosa menegaskan bahwa kedua jurusan tersebut dipilih karena sesuai dengan peminatan industri saat ini.
“Tata boga memang banyak yang diminati dan industri yang berkembang. Dan kedua jurusan lainnya sesuai dengan peminatan industri,” ujarnya.
Helvarosa juga menambahkan fakta bahwa jurusan-jurusan yang dibuka ini sudah didukung oleh ketersediaan tenaga pengajar. Menurutnya, para guru untuk ketiga kompetensi keahlian tersebut sudah tersedia sejak awal, sehingga proses pembelajaran dapat langsung berjalan tanpa hambatan.
“Jurusan ini guru-gurunya sudah tersedia. Sehingga bisa langsung berjalan untuk proses pembelajarannya,” tegas Helvarosa.
Sementara itu, Ketua Tim Penataan Pelayanan Pendidikan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 5 Depok, Riyati, memaparkan visi dan misi yang menjadi fondasi berdirinya sekolah ini. Riyati menjelaskan bahwa visi SMKN 5 Depok adalah mewujudkan lulusan SMK yang terampil, berakhlak, dan siap kerja serta berwirausaha di bidang Logistik, Kuliner, dan Digital di era global.
Riyati kemudian merinci misi sekolah ke dalam empat poin strategis. Pertama, menyelenggarakan pembelajaran berbasis industri dan praktik nyata sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri atau DUDI di bidang Logistik, Kuliner, dan Marketing Digital.
“Kedua, membekali siswa dengan kompetensi, sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta karakter disiplin, jujur, dan kerja keras,” jelasnya.
Selanjutnya, misi ketiga adalah mengembangkan kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL), teaching factory, serta penyerapan lulusan. Keempat, menumbuhkan jiwa wirausaha dan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan peluang kerja mandiri bagi para lulusan.
Riyati juga menyampaikan beberapa fakta penting terkait kebutuhan industri saat ini. Ia mengungkapkan bahwa sektor logistik di Indonesia terus tumbuh seiring dengan berkembangnya e-commerce, sehingga tenaga kerja terampil di bidang ini sangat dibutuhkan. Demikian pula dengan sektor kuliner yang tidak pernah surut peminatnya, serta bisnis retail yang bertransformasi ke arah digital.
“Dengan hadirnya SMKN 5 Depok, diharapkan para lulusan nantinya tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui jiwa wirausaha yang telah ditanamkan sejak dini,” terangnya. (*)
