Jabaran.id — Siswa SMPN 32 Depok mengukir prestasi membanggakan dengan menyabet juara ketiga dalam ajang Lomba Tari Ratoh Jaroe yang digelar di Depok Town Square (Detos). Keberhasilan ini tidak hanya sekadar mengangkat nama sekolah di kancah seni, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik dapat dijalankan dengan harmonis.
Kepala SMPN 32 Depok, Eva Juariah, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih oleh anak didiknya. Ia menilai bahwa kemenangan ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi yang luar biasa.

“Ini memang menjadi sebuah prestasi yang membanggakan untuk SMPN 32 Depok. Kami selalu mendorong siswa untuk tidak hanya fokus pada pelajaran di kelas, tetapi juga mengasah bakat dan minat di bidang lain. Alhamdulillah, hasilnya bisa kita lihat hari ini,” ujar Eva Juariah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin.
Lebih lanjut, Eva menjelaskan bahwa pencapaian di ajang tari tradisional modern ini mempertegas komitmen sekolah dalam menjaga keseimbangan prestasi. Pihaknya percaya bahwa pengembangan karakter siswa tidak bisa hanya didapat dari buku pelajaran, tetapi juga dari proses latihan, kerja sama tim, dan disiplin yang tertanam melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti seni tari.
“Keseimbangan prestasi SMPN 32 Depok antara akademik dan non-akademik selalu kami utamakan. Kami ingin siswa kami tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, namun juga kaya akan budaya dan memiliki keterampilan sosial yang baik,” tambahnya.
Tim tari yang beranggotakan 12 siswi berbakat ini tampil memukau di hadapan dewan juri dan pengunjung mal. Mereka adalah Zuhrah, Aira, Dita, Syafa, Syifa, Cantika, Zamira, Umay, Jasmine, Dhias, Karin, Qinan, dan Queen. Nama-nama ini, menurut Eva, akan tercatat sebagai salah satu putri terbaik yang telah mengharumkan nama sekolah.
Tari Ratoh Jaroe sendiri merupakan tarian asal Aceh yang terkenal dengan gerakannya yang kompak, dinamis, dan penuh energi. Tarian ini biasanya dibawakan secara massal dan membutuhkan konsentrasi serta kekompakan tingkat tinggi. Oleh karena itu, lomba seperti ini tidak hanya menguji kemampuan teknis menari, tetapi juga sejauh mana para penari dapat menyelaraskan gerak dan irama dalam satu kesatuan yang utuh.
Eva Juariah menambahkan, kemenangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya. Pihak sekolah akan terus memberikan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas maupun pembinaan, agar talenta-talenta muda di SMPN 32 Depok dapat terus berkembang.
“Kami melihat potensi yang sangat besar dari anak-anak. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan dari orang tua, prestasi seperti ini insyaallah akan terus berlanjut. Ini adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu bersaing dan memberikan yang terbaik, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di atas panggung,” tutup Eva. (*)
