HomePendidikanRamadan di SDN Beji 6: Membangun Generasi Rabbani melalui Toleransi dan Kebersamaan

Ramadan di SDN Beji 6: Membangun Generasi Rabbani melalui Toleransi dan Kebersamaan

Jabaran.id – Semangat bulan suci Ramadan terasa kental di lingkungan SDN Beji 6. Sekolah yang terletak di Kecamatan Beji, Kota Depok, ini tidak hanya menggelar rangkaian ibadah untuk meningkatkan keimanan siswa Muslim, namun juga memastikan seluruh siswa, termasuk yang beragama non-Muslim, tetap merasakan atmosfer positif Ramadan melalui kegiatan yang inklusif.

Kepala SDN Beji 6, Hoji, menjelaskan bahwa pihak sekolah mengadakan kegiatan Pesantren Ramadan yang berlangsung selama sepekan. Yang menarik, kegiatan ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh siswa tanpa terkecuali. Dari total 720 siswa, sebanyak 75 di antaranya beragama non-Muslim. Mereka tetap dilibatkan dalam kegiatan positif yang tidak bertentangan dengan keyakinan masing-masing.

Sanlat SDN Beji 6 Depok 3

“Alhamdulillah, kegiatan Pesantren Ramadan di SDN Beji 6 tahun ini berlangsung lancar. Kami membaginya ke dalam dua sesi agar lebih efektif. Untuk kelas I, II, dan III, kegiatannya dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa. Sementara untuk kelas IV, V, dan VI, giliran mereka pada hari Rabu dan Kamis. Puncak acaranya akan kita tutup pada hari Jumat dengan kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim,” ujar Hoji.

- Advertisement -

Hoji memaparkan bahwa kegiatan selama pesantren ramadan ini sangat beragam, dengan mengusung tema besar ‘Membangun Generasi Rabbani yang Berjiwa Qurani’. Rangkaian ibadah yang dilakukan meliputi Salat Duha Berjamaah, membaca surat-surat pendek, dan tadarus Alquran.

“Tujuan utama dari kegiatan ini tentu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT. Namun, kami juga ingin menambah wawasan keilmuan mereka seputar agama, sekaligus mendidik karakter siswa,” imbuhnya.

Menurutnya, melalui pembiasaan ibadah bersama, karakter disiplin dan tanggung jawab siswa dapat terbentuk secara alami.

Sanlat SDN Beji 6 Depok 2

Selain aspek spiritual, Hoji menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah atau tali persaudaraan antar sesama siswa Muslim. Mereka belajar untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam kebaikan.

Menariknya, SDN Beji 6 juga menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai toleransi. Di tengah giatnya kegiatan keagamaan bagi siswa Muslim, pihak sekolah memastikan siswa non-Muslim tetap mendapatkan pendampingan.

“Untuk siswa non-Muslim yang berjumlah 75 orang, mereka kami tempatkan di ruang khusus dengan didampingi oleh guru agama masing-masing. Mereka tidak serta-merta diliburkan, tetapi kami isi dengan kegiatan positif yang mendukung pendidikan karakter, seperti menonton film dokumenter tentang nilai-nilai kebaikan universal atau mengerjakan tugas kreatif bersama,” jelas Hoji.

Hal ini dilakukan agar semua siswa, apapun latar belakang agamanya, tetap merasakan kebersamaan dan semangat positif di bulan suci Ramadan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk belajar menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan.

Sementara itu, terkait dengan puncak acara penutupan yang akan digelar besok, Jumat, Hoji berharap kegiatan berbagi dengan anak yatim dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial sejak dini.

“Kami berharap melalui santunan anak yatim dan buka bersama, siswa-siswi kami tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here