Jabaran.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ketua Umum PB INKANAS Komjen Pol Ramdani Hidayat di Gedung Gineung Pratidina Mako Brimob, Klapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa,14 April 2026.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico dengan Sekretaris Jenderal PB INKANAS yakni AS SDM Kapolri Irjen. Pol. Anwar yang diwakili oleh Brigjen Pol. Eka Satria Bakti.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pendidikan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat melalui kegiatan seni bela diri, khususnya karate. Program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang disiplin, percaya diri, dan berprestasi.

Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain mendapatkan pendidikan akademik dari pagi hingga sore, siswa juga dibekali pendidikan karakter selama 24 jam melalui berbagai kegiatan, termasuk keagamaan dan ekstrakurikuler.
“Melalui kerja sama ini, siswa mendapatkan tambahan keterampilan bela diri yang dapat memperkuat sportivitas, kejujuran, dan rasa percaya diri. Mereka juga akan lebih siap menghadapi situasi seperti bullying atau tindakan yang tidak sesuai norma,” ujarnya.
Ia menambahkan, seleksi siswa Sekolah Rakyat tidak melalui pendaftaran terbuka, melainkan penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini menyasar keluarga dalam kategori desil satu dan dua, yaitu kelompok masyarakat paling tidak mampu.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia dengan total hampir 16.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Pemerintah juga tengah membangun 104 gedung permanen yang ditargetkan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa per lokasi.
Sementara itu, Komjen Pol Ramdani Hidayat menegaskan bahwa pelatihan bela diri dalam program ini berorientasi pada pendidikan karakter, bukan kekerasan. Menurutnya, nilai utama yang ditanamkan adalah disiplin, etika, dan sportivitas.
“Dalam bela diri, etika adalah yang utama. Dengan etika, siswa akan belajar menghormati sesama, baik teman, keluarga, maupun orang tua,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, lanjut Komjen Pol Ramdani yang juga menjabat Komandan Korps Brimob Polri ini, INKANAS menyatakan siap mendukung penuh program ini melalui jaringan kepolisian di seluruh daerah, termasuk peran Kapolda dan Dansat Brimob sebagai penggerak di wilayah masing-masing.
“Kalau yang kita siapkan, alhamdulillah kan seluruh Kapolda itu kan menjadi ketua umum di daerahnya masing-masing. Demikian juga dengan para Dansat Brimob itu ketua harian di daerah masing-masing,” tuturnya.
“Jadi sebenarnya kami juga tidak kesulitan. Tadi disampaikan oleh Pak Menteri ada 166 titik. Jadi kami tinggal menyampaikan edaran atau perintah kepada khususnya pada Dansat Brimob seluruh Indonesia untuk membantu bagaimana pendidikan karakter di Sekolah Rakyat ini bisa terus-menerus berjalan,” imbuhnya.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter kuat.
“Pendidikan karakter ini berarti tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri bahwa kita kedepankan disiplin, kemudian lebih semangat, kemudian sportivitas, dan tambahan lagi kita masukkan etika berkaitan dengan pendidikan itu sendiri. Mudah-mudahan ke depan anak-anak kita lebih bagus daripada kita-kita yang sekarang ini,” ucap Komjen Pol Ramdani Hidayat.
Melalui sinergi ini, PB INKANAS dan Kementerian Sosial Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun ketahanan sosial bangsa melalui pembentukan karakter, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan semangat nasionalisme demi menjunjung tinggi harkat dan martabat Indonesia di kancah dunia.
