Jabaran.id – Balutan busana adat yang penuh warna menyemarakkan suasana di lingkungan KB dan TK Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok saat seluruh siswa beserta orang tua berkumpul untuk memperingati Hari Kartini. Perhelatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi lembaga pendidikan tersebut untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan karakter sejak usia dini.
Kemeriahan acara memuncak ketika para siswa naik ke atas panggung untuk membawakan berbagai tarian tradisional dengan penuh percaya diri. Penampilan seni ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan bagian integral dari program Mostly Student Performance (MSP) yang telah menjadi agenda rutin di KB dan TK NP Tunas Global untuk mengasah keberanian serta bakat seni para peserta didik di hadapan publik.

Kepala KB dan TK Tunas Global Depok, Saanih, menjelaskan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan fondasi untuk mengenalkan sosok pahlawan nasional yang menjadi simbol perjuangan hak-hak perempuan di Indonesia. Beliau memaparkan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah memetik inspirasi dari pemikiran Raden Ajeng Kartini mengenai emansipasi, khususnya dalam memberikan akses pendidikan yang luas bagi perempuan.
“Tokoh pahlawan nasional ini adalah sumber inspirasi tentang emansipasi wanita, di mana salah satunya mengajak para perempuan untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan juga pekerjaan yang setara demi kemajuan bangsa,” ujar Saanih.
Menurutnya, pemahaman mengenai kesetaraan pendidikan harus dipupuk sejak dini agar anak-anak memahami bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya.

Lebih lanjut, Saanih menguraikan bahwa peringatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk lebih menghormati dan menghargai peran orang tua dalam kehidupan mereka. Dalam konteks Hari Kartini, sosok ibu mendapatkan sorotan khusus sebagai figur sentral yang memiliki daya juang luar biasa bagi masa depan keluarga.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk lebih menghormati dan menghargai orang tua. Berkaitan dengan Hari Kartini, maka seorang ibu adalah sosok yang memperjuangkan kehidupan anaknya, mulai dari pengasuhan hingga memastikan anak-anak mendapatkan bimbingan terbaik,” tambah Saanih.
Pihak sekolah juga memaparkan fakta bahwa pelibatan siswa dalam tarian tradisional pada acara ini berfungsi untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya nusantara sekaligus melatih motorik dan koordinasi anak.

Saanih menegaskan bahwa melalui program Mostly Student Performance (MSP), siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk berekspresi secara positif. Kehadiran orang tua dalam acara ini pun dinilai sangat krusial, karena sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam keberhasilan pendidikan karakter.
“Dengan mengintegrasikan nilai perjuangan Kartini ke dalam aktivitas seni dan sosial, KB dan TK NP Tunas Global be.rharap para siswa tidak hanya mengenal nama besar pahlawan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai ketangguhan dan rasa hormat dalam perilaku sehari-hari,” pungkas Saanih (*)






