Jabaran.id – Semangat kerja tanpa henti ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal dalam mendukung program ketahanan pangan. Tanpa mengenal hari libur, seluruh jajaran bersama warga binaan terus bergerak “gaspol” mengoptimalkan berbagai sektor pembinaan kemandirian, mulai dari pengolahan irigasi, pengolahan lahan, hingga menjaga kebersihan area pertanian Lapas Terbuka Kendal.
Sejak pagi hari, aktivitas sudah terlihat di area lahan pembinaan. Perbaikan dan normalisasi saluran irigasi dilakukan guna memastikan distribusi air berjalan optimal ke seluruh area tanam. Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan produktivitas pertanian, terutama dalam menghadapi genangan air di musim hujan.
Dengan dibuatkan saluran air maka lahan yang terendam dapat diharapkan kembali produktif dikarenakan akar dapat leluasa berkembang di bawah permukaan tanah, PH Tanah menjadi netral sehingga pertumbuhan tanaman dapat secara optimal.
Di sisi lain, proses pengolahan tanah juga terus dikebut. Lahan-lahan yang sebelumnya belum produktif kini mulai diolah secara bertahap agar siap ditanami komoditas unggulan.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan dalam bidang pertanian yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan inventaris yang traktor yang ada Warga Binaan Pemasyarakatan dilatih untuk mengemudikan sehingga warga binaan menjadi lebih produktif.
Tak kalah penting, aspek kebersihan area turut menjadi perhatian utama. Penataan lingkungan dilakukan secara rutin untuk menciptakan kawasan yang rapi, sehat, dan produktif. Hal ini sejalan dengan konsep pembinaan di Lapas Terbuka yang menekankan pada kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja.
Kepala Lapas Terbuka Kendal Nu’man Fauzi menegaskan bahwa komitmen untuk terus bergerak tidak boleh berhenti. “Tidak ada kata libur dalam upaya membangun kemandirian. Setiap hari adalah kesempatan untuk bergerak, memperbaiki, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” tegasnya.
Melalui langkah-langkah nyata tersebut, Lapas Terbuka Kendal terus menunjukkan transformasi sebagai pusat pembinaan berbasis produktivitas.
Ketahanan pangan bukan sekadar program, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kembali hidup, kehidupan, dan penghidupan bagi warga binaan.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja berkelanjutan, Lapas Terbuka Kendal membuktikan bahwa perubahan nyata lahir dari gerak yang konsisten hari ini, esok, dan seterusnya.
