Jabaran.id – Rasa gembira dan syukur mewarnai halaman SDN Baktijaya 5 saat para siswa muslim dari kelas I hingga VI mengikuti kegiatan pawai atau tarhib dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 Hijriyah. Dengan mengenakan pakaian muslim rapi dan membawa berbagai slogan bernuansa Islami, seluruh siswa yang beragama Islam di sekolah tersebut terlibat aktif dalam agenda tahunan yang digelar di lingkungan sekitar sekolah.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Baktijaya 5, Nur Asiah, menjelaskan bahwa tarhib Muharram ini merupakan agenda rutin yang digagas oleh guru PAI bersama dewan guru. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat akan tujuan edukatif bagi seluruh siswa.

“Ini adalah agenda tahunan dari SDN Baktijaya 5 di momen tersebut. Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak tentang bagaimana merayakan hari bersejarah dalam agama Islam, yaitu tahun baru Hijriyah, dengan cara yang positif, tertib, dan penuh kegembiraan,” ujar Nur Asiah.
Nur Asiah menambahkan seluruh siswa yang ikut serta telah menjalani persiapan sebelumnya, yang meliputi pemahaman makna hijrah, tata cara pelaksanaan pawai, hingga pembuatan slogan secara berkelompok.
“Slogan-slogan itu kami buat dari kertas karton bekas yang dikumpulkan dari rumah masing-masing. Jadi selain belajar tentang agama, anak-anak juga belajar tentang daur ulang dan kerja sama tim,” terang Nur Asiah.
Lebih lanjut, Nur Asiah juga menyampaikan bahwa pihak sekolah sengaja melibatkan seluruh jenjang kelas I sampai VI yang beragama muslim tanpa pengecualian. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan lintas usia dan memperkuat pemahaman bahwa tahun baru Islam adalah momentum untuk semua, bukan hanya untuk tingkatan kelas tertentu.

“Kami tidak membedakan kelas. Kelas I yang masih kecil pun ikut didampingi guru dan kakak kelasnya. Ini penting agar mereka sejak dini mengenal bahwa dalam Islam ada hitungan tahun sendiri yang tidak kalah penting dengan tahun baru masehi,” jelas Nur Asiah.
Sementara itu, Kepala SDN Baktijaya 5, Sri Lestari, turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tarhib Muharram ini. Sri Lestari menegaskan bahwa kegiatan pawai bukanlah sekadar jalan-jalan keluar sekolah, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran di lingkungan madrasah atau sekolah dasar umum berbasis nilai keagamaan.
“Ini adalah bagian pembelajaran tentang berbagai hal dalam dunia Islam. Kami masukkan kegiatan ini ke dalam kalender akademik sebagai proyek penguatan karakter siswa dengan tema kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan,” kata Sri Lestari.
Lebih jauh, Sri Lestari menjelaskan bahwa kegiatan tarhib ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap perilaku keseharian siswa di lingkungan sekolah.
“Diharapkan bisa meningkatkan rasa keimanan siswa. Ketika mereka tahu bahwa tahun baru Islam itu ada dan dirayakan dengan suka cita, mereka akan lebih bangga menjadi seorang muslim. Ini juga mengingatkan sekaligus menumbuhkan kesadaran ke siswa tentang adanya tahun baru Islam yang mungkin selama ini kurang terekspos dibandingkan tahun baru masehi,” pungkas Sri Lestari. (*)
