Jabaran.id — Badan Koordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia ( BKPAKSI ) Kota Depok genap berusia 12 tahun pada tahun 2026. Perjalanan organisasi yang berdiri sejak 2014 ini dirayakan dalam sebuah acara yang digelar di Alun-alun Grand Depok City (GDC), Kota Depok. Momen tersebut tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga refleksi atas capaian dan penguatan komitmen organisasi dalam mencetak generasi Qurani. Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Direktur BKPAKSI, H.Tasyrifin Kariem.
Direktur Utama BKPAKSI Kota Depok, Addy Kurnia Komara, menyampaikan bahwa perjalanan selama 12 tahun menjadi bukti konsistensi organisasi dalam menggerakkan pendidikan Alquran di tingkat kota. Dalam kesempatan itu, BKPAKSI kembali menggelorakan slogan ‘Biru Membahana’ sebagai semangat baru untuk melangkah ke fase berikutnya.

“Biru itu akronim dari Berani, Inovatif, Religius, dan Unggul. Kami ingin seluruh jajaran dan lembaga di bawah naungan BKPAKSI memiliki keberanian untuk melangkah dengan keyakinan demi perubahan yang lebih baik,” ujar Addy Kurnia Komara di sela-sela acara peringatan hari ulang tahun ke-12 BKPAKSI Kota Depok.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makna inovatif dalam slogan tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan cara-cara baru yang kreatif dan bermanfaat dalam proses pembelajaran. Sementara itu, nilai religius menjadi pegangan utama bagi seluruh elemen organisasi untuk tetap berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah. Adapun unsur unggul, kata Addy, menjadi target untuk mewujudkan kualitas terbaik dalam setiap layanan pendidikan yang diberikan.

“Kami tidak ingin sekadar eksis. Kami ingin menjadi gerakan yang membawa dampak nyata. Dengan empat nilai ini, kami optimistis bisa terus berkontribusi bagi peradaban Islam di Kota Depok,” tegasnya.
BKPAKSI Kota Depok diketahui memiliki lingkup pendidikan yang berfokus pada jenjang usia dini, meliputi PAUD Alquran, TK Alquran, dan Taman Pendidikan (TP) Alquran.
Seluruh program dan kegiatan yang dijalankan, menurut Addy, tidak lepas dari lima pilar gerakan yang menjadi fondasi organisasi. Kelima pilar tersebut meliputi pendidikan Alquran, keluarga sakinah, gerakan berbasis masjid dan komunitas, kolaborasi dan sinergi, serta profesional dan berkelanjutan.

“Kelima pilar ini saling terkait. Pendidikan Alquran tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh keluarga yang sakinah dan komunitas yang kuat. Karena itu, kami selalu mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program berjalan berkelanjutan,” jelas Addy Kurnia Komara.
Ia menambahkan bahwa visi besar BKPAKSI Kota Depok adalah menjadi gerakan pendidikan Alquran terdepan yang melahirkan generasi Qurani, berakhlak mulia, berilmu, dan berkontribusi untuk peradaban Islam. Visi ini, lanjutnya, menjadi kompas bagi setiap program yang dirancang dan dieksekusi selama 12 tahun terakhir.
Dalam kesempatan yang sama, Addy menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak. Ia menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan agama tidak boleh hanya dibebankan kepada lembaga sekolah atau guru mengaji saja.

“Madrasah pertama itu bukan di sekolah, tetapi di rumah bersama orang tuanya. Keluarga yang paham agama akan menjadi pondasi yang kokoh bagi pendidikan agama anak,” ungkap Addy.
Oleh karena itu, ke depan BKPAKSI Kota Depok akan lebih menggencarkan program pengembangan dan penguatan keluarga sakinah. Menurutnya, pendampingan orang tua di rumah menjadi faktor krusial yang selama ini masih sering terabaikan. Anak-anak tidak hanya cukup belajar mengaji di TP Alquran atau TK Alquran, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua untuk mendampingi dan mengulang pembelajaran di rumah.
“Belajar mengaji bukan hanya dibebankan ke sekolah saja, tetapi di rumah juga harus ada pendampingannya. Hal ini akan menjadi fokus kami ke depan. Kami ingin orang tua sadar bahwa mereka adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya,” paparnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur BKPAKSI, H.Tasyrifin Kariem membahas tentang Gema Ketahanan Keluarga yang mementingkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh anggota keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dimana terdapat tiga pilar Utama ketahanan keluarga, yakni tentang ketahanan fisik dan ekonomi, ketahanan social, dan ketahanan psikologis.
“Ketiga pilar tersebut memiliki perannya masing-masing, baik dalam segi kebutuhan dasar, keharmonisan, dan juga tentang bagaimana mengelola emosi dalam menangani permasalahan,” ucapnya. (*)
