Jabaran.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional atau UPN ‘Veteran’ Jakarta mengedukasi para peserta ujian kenaikan sabuk hitam Perguruan Karate INKAI tentang pentingnya penanganan dini saat terjadi cedera dalam olahraga karate di GOR Jakarta Utara, Sabtu, 25 Februari 2026.
Adapun dosen yang terlibat dalam PKM ini, yakni :
1. Dr. Diana Agustini, M.Biomed, AIFO-K
2. Dr. Ayodya Heristyorini, M.Sc, AIFO-K
3. Dr. Muhammad Fadhil, M.Kes, AIFO-K
4. Dr. Lucky Brilliantina, M.Biomed, PAK.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 6 yang berkompeten di bidang kesehatan dan peserta terdiri atas karateka berusia 13 hingga 58 tahun.

Ketua Tim PKM UPN ‘Veteran’ Jakarta, Diana Agustini, mengungkapkan cedera yang kerap dialami karateka meliputi gangguan anggota gerak — tulang, otot, dan sendi — serta cedera kepala dan leher.
Kegiatan ini berfokus pada cara mengenali sekaligus melakukan tata laksana awal cedera anggota gerak serta kepala dan leher di lokasi kejadian, sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini penting untuk mencegah cedera bertambah parah akibat pertolongan yang kurang tepat. Peserta juga dibekali cara mengenali tanda kegawatan pada cedera kepala dan leher.
“Sasaran utama kami adalah para karateka amatir, yang tergolong kelompok dengan aktivitas berisiko tinggi,” kata Diana.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, Diana melanjutkan, peserta juga diedukasi mengenai pentingnya pemanasan dan pendinginan secara rutin sebelum dan sesudah latihan inti untuk mencegah cedera.
“Kami juga membagikan materi panduan kesehatan berbentuk brosur digital sebagai referensi tambahan, agar peserta lebih mudah memahami kondisi kesehatan pribadi, aktivitas olahraga, dan langkah-langkah pencegahan cedera,” papar Diana.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para karateka, hal itu terlihat dari beragam pertanyaan seputar aktivitas fisik dan gerakan karate yang berpotensi menimbulkan cedera serta cara pencegahannya.
Melalui inisiatif dosen UPN ‘Veteran’ Jakarta ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mengenali cedera sejak dini serta menangani kegawatannya secara tepat diharapkan semakin meningkat, sehingga mereka lebih proaktif menjaga kesehatan.
“Upaya seperti ini menjadi bentuk nyata kontribusi kami dalam meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi mereka yang berisiko mengalami cedera dalam aktivitasnya,” ucap Diana.
