Jabaran.id – Sebanyak 56 siswa kelas I SDN Baktijaya 5 mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026 ini dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
SDN Baktijaya 5 yang berlokasi di Jalan Cidurian Raya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, menerima 56 siswa baru yang kini tengah menjalani masa transisi dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah. Kegiatan MPLS ini mengusung konsep Ramah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Kepala SDN Baktijaya 5, Sri Lestari, menjelaskan bahwa MPLS Ramah merupakan implementasi dari kebijakan Kemendikdasmen yang menekankan terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
“MPLS Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang kami rancang untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memuliakan murid, menghormati hak anak, dan menjunjung tinggi nilai karakter melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” ujar Sri Lestari.
Lebih lanjut, Sri Lestari menambahkan bahwa pihak sekolah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi para siswa.
“Kami ingin anak-anak merasa aman, nyaman, dan bersemangat saat berada di sekolah. Karena itu, setiap kegiatan MPLS kami kemas dengan pendekatan yang ramah anak, tanpa ada unsur perpeloncoan atau kekerasan,” jelasnya.
Selama lima hari pelaksanaan, siswa baru mengikuti beragam kegiatan yang dikemas secara menyenangkan dan edukatif. Hari pertama bertema “Sambut Ceria” diawali dengan salam sapa murid baru, pembukaan MPLS, perkenalan dengan warga sekolah, serta pengenalan visi, misi, dan tata tertib sekolah. Siswa juga diajak bermain games ‘Tepuk Berantai’ dan ice breaking bernyanyi lagu untuk mencairkan suasana .
Kegiatan MPLS ini sejalan dengan pedoman resmi Kemendikdasmen yang menetapkan MPLS sebagai pengenalan potensi diri murid, warga sekolah, kurikulum, dan lingkungan sekolah . Sekolah juga diwajibkan menyampaikan materi utama seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sopan santun bermedia sosial, serta budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) .
Hari kedua bertema ‘Pengenalan Lingkungan Sekolah’ diisi dengan senam Anak Indonesia Hebat dan tur keliling lingkungan sekolah. Siswa diajak mengenal berbagai fasilitas yang tersedia di SDN Baktijaya 5 agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar barunya.
Hari ketiga mengangkat tema ‘Mengenal Budaya 5S’. Siswa menonton video animasi, bermain games tebak kartu ekspresi, serta mengikuti kegiatan pohon anggota kelas. Sri Lestari menjelaskan bahwa pengenalan budaya 5S penting untuk membentuk karakter siswa yang santun dan saling menghargai sejak dini.
“Budaya 5S ini kami tanamkan agar anak-anak terbiasa bersikap ramah kepada siapa pun di lingkungan sekolah. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis,” tutur Sri Lestari.
Hari keempat menjadi momen penting dengan tema ‘Kita Semua Berteman’. Siswa mengikuti deklarasi anti-bullying, menonton video animasi tentang persahabatan, dan mewarnai tema stop bullying. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap teman berhak diperlakukan dengan baik. Melalui deklarasi anti-bullying dan kegiatan mewarnai, kami menanamkan nilai-nilai kebaikan dan keberanian untuk melindungi sesama,” ujarnya.
Hari kelima bertema ‘Aku Tau Siapa Aku’ diisi dengan kegiatan Dhuha dan dzikir bersama, pembuatan kesepakatan kelas, struktur organisasi kelas, jadwal piket, serta ice breaking asesmen DNK. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa mengenali potensi diri dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari komunitas belajar.
MPLS Ramah di SDN Baktijaya 5 juga memberikan pemahaman kepada orang tua tentang lingkungan, budaya, tata tertib, dan program sekolah. Hal ini penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendukung pendidikan anak .
Sri Lestari berharap melalui MPLS Ramah ini, siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik maupun karakter mereka.
“Kami ingin setiap anak merasa bahwa sekolah ini adalah rumah kedua bagi mereka, tempat mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan bahagia,” pungkasnya. (*)
