Jabaran.id – Siswa baru SMPN 3 Depok disuguhkan dengan suasana berbeda di hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Ratusan siswa kelas VII yang berjumlah 418 orang diajak untuk mengenal berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat di sekolah tersebut.
Ketua Panitia MPLS SMPN 3 Depok, Nila Karyani, mengungkapkan bahwa gelaran pada hari keempat tersebut menjadi momen penting bagi siswa baru untuk melihat secara langsung ragam kegiatan yang dapat mereka pilih.

“Ada 16 ekstrakulikuler (ekskul), 1 kegiatan sekolah dan OSIS menujukan penampilannya di hari keempat pelaksanaan Masa Pengenaalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027,” ujarnya.
Puluhan ekskul tersebut di antaranya adalah paskibra, marching band, futsal, taekwondo, silat, basket, pramuka, PMR, PIK-R, voli, Basic, KIR, karakte, studio bento, dan teater.
Selain itu, kegiatan sekolah yang ditampilkan adalah B’trace, sebuah kegiatan tari yang menjadi ciri khas sekolah, serta dua organisasi siswa yakni OSIS dan Rohis. Nila Karyani menambahkan bahwa para siswa kelas VII tahun ajaran 2026/2027 memiliki kesempatan penuh untuk memilih dan mengikuti kegiatan ekskul-ekskul tersebut sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

“Pemaparan dan pentas seni ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif kepada siswa baru mengenai kehidupan di luar jam pelajaran akademik,” ucap Nila.
Kegiatan MPLS di SMPN 3 Depok yang berlangsung selama lima hari, dari 13 hingga 17 Juli 2026, tidak hanya berfokus pada perkenalan ekskul. Selama masa tersebut, siswa juga dibekali dengan berbagai materi penting seperti wawasan wiyata mandala, siaga bencana, dan pencegahan isu Napza. Selain itu, penampilan bakat atau ujuk bakat siswa baru juga menjadi agenda yang tidak kalah meriah dan menjadi ajang unjuk kemampuan para peserta didik.
Kepala SMPN 3 Depok, Hudaya, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut dibingkai dalam tema yang telah ditentukan. “Tema dalam kegiatan tersebut adalah aman, nyaman, dan menyenangkan,” katanya. Menurutnya, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen untuk menjadikan MPLS sebagai momen transisi yang positif bagi para siswa.
“Ini menjadi langkah awal mengenal diri teman baru, sekolah baru, dan masa depan yang cerah,” tambah Hudaya.
Hudaya menegaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan MPLS di SMPN 3 Depok adalah untuk membantu siswa mengenali potensi yang ada dalam diri mereka. Hal ini sejalan dengan amanat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong penyelenggaraan MPLS Ramah yang berorientasi pada pembentukan karakter positif dan pencegahan kekerasan.

“Tujuan dari MPLS ini adalah mengenali potensi dalam diri siswa, mengenal sekolah, mengenal kurikulum, dan mengenal lingkungan sekolah,” papar Hudaya.
Dengan pengenalan kurikulum dan lingkungan sekolah yang baru, para siswa diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dan siap secara mental, intelektual, dan sosial menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi . Kegiatan yang interaktif dan menyenangkan ini menjadi kunci agar sekolah dapat terasa sebagai “rumah kedua” bagi murid, tempat mereka merasa aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang .
“Pengenalan terhadap beragam ekskul sejak dini juga menjadi strategi untuk memetakan minat siswa dan mengarahkan mereka pada kegiatan pengembangan diri yang positif,” pungkasnya. (*)
