HomePolitikMalam Renungan Kudatuli: DPC PDI Perjuangan Depok Bakal Hadirkan Pelaku Sejarah

Malam Renungan Kudatuli: DPC PDI Perjuangan Depok Bakal Hadirkan Pelaku Sejarah

Jabaran.id – DPC PDI Perjuangan Depok bakal menggelar malam renungan khusus untuk memperingati tragedi kelam Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli atau yang populer dikenal sebagai peristiwa Kudatuli. Agenda ini dirancang sebagai ruang refleksi untuk menghidupkan kembali memori kolektif kader terhadap perjuangan partai dalam melawan hegemoni rezim Orde Baru.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan upaya merawat ingatan sejarah yang menjadi akar berdirinya partai.

“Kami ingin memastikan api semangat perjuangan tahun 1996 tidak padam. Untuk itu, dalam malam renungan nanti, DPC PDI Perjuangan Depok akan menghadirkan para pelaku sejarah yang terlibat langsung dalam peristiwa Kudatuli agar mereka bisa membagikan testimoni otentik kepada generasi muda partai,” ujar Hj. Yuni saat ditemui di kawasan Margonda Depok, Sabtu, 18 Juli 2026.

Hj. Yuni yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini mengungkapkan, Kudatuli merupakan peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi, 27 Juli 1996 tersebut dipicu pengambilalihan paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

- Advertisement -

“Saat itu, dualisme kepemimpinan sengaja diciptakan oleh pemerintah Orde Baru yang merasa terancam dengan terpilihnya Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI pada 1993, hingga akhirnya menyokong Kongres tandingan di Medan yang memilih Soerjadi,” ungkap Hj. Yuni.

Penyerbuan markas PDI oleh massa pendukung Soerjadi yang dibantu aparat keamanan memicu perlawanan sengit dari simpatisan setia Megawati.

“Bentrokan tersebut meluas menjadi kerusuhan massal di kawasan Jakarta Pusat, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, puluhan luka-luka, serta ratusan orang ditahan,” kisah Hj. Yuni.

Dewan dari daerah pemilihan Sawangan Bojongsari dan Cipayung ini menambahkan bahwa esensi dari peringatan itu adalah untuk menanamkan nilai loyalitas dan kegigihan di dalam diri setiap kader.

Menurutnya, pemahaman sejarah yang kuat akan membentuk karakter kader yang tangguh dalam menghadapi dinamika politik modern saat ini.

“Tragedi Kudatuli adalah bukti nyata betapa mahalnya harga sebuah kedaulatan partai yang diraih lewat darah dan air mata. Testimoni dari para saksi hidup ini diharapkan mampu membakar kembali semangat militansi kader PDI Perjuangan di Depok untuk terus bergerak bersama rakyat,” pungkas Hj. Yuni Indriany.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here