Jabaran.id – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mengambil langkah strategis dengan menggelar Workshop Tahsin Alquran. Kegiatan yang berlangsung di SDN Mekarjaya 3 pada Rabu (22/7/2026) ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Depok, H. Muhammad Martin, dan diikuti oleh sekitar 70 guru PAI dari SD negeri dan swasta se-Kecamatan Sukmajaya.
Ketua KKG PAI Kecamatan Sukmajaya, Sadeli menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab moral organisasi. Ia menyebut bahwa temuan nasional tentang rendahnya kemampuan baca Alquran di kalangan guru menjadi latar belakang utama diselenggarakannya workshop ini. Menurutnya, seorang guru PAI memiliki tanggung jawab besar karena bersentuhan langsung dengan Alquran dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Karena itu, mereka harus memiliki kemampuan membaca Alquran dengan baik dan benar, sehingga dapat membimbing serta membiasakan murid membaca Alquran sesuai kaidah tajwid,” terangnya.
Workshop ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru tentang ilmu tajwid dan makharijul huruf. Sadeli menambahkan bahwa hingga saat ini, masih kerap ditemukan murid yang belum bisa membaca Alquran dengan lancar. Oleh karena itu, gurunya tentu harus bisa lebih dulu memahami tentang cara baca Alquran yang baik dan benar.
“Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa sejatinya guru adalah teladan atau contoh bagi para murid, sehingga kompetensi membaca Alquran yang baik mutlak harus dimiliki,” jelas Sadeli.
Lebih dalam, narasumber H. Muhammad Martin menyampaikan bahwa tantangan peningkatan kompetensi literasi Alquran tidak hanya terletak pada aspek pedagogik, tetapi juga pada kompetensi dasar guru itu sendiri. Jika guru masih terbata-bata atau belum memahami tajwid dengan baik, maka proses transfer literasi Alquran kepada murid akan ikut terdampak.
“Ini pula yang menjelaskan mengapa kemampuan membaca Alquran murid SD juga masih didominasi kategori dasar,” ucapnya. (*)
