HomeLifestyleCegah Stroke dengan 4 Pilar Utama dari Ahli Saraf dan Jantung

Cegah Stroke dengan 4 Pilar Utama dari Ahli Saraf dan Jantung

Jabaran.id – Stroke bukanlah kejadian yang tiba-tiba, melainkan puncak dari serangkaian proses yang berlangsung lama di dalam tubuh. Jenis yang paling umum, stroke iskemik, terjadi ketika plak menumpuk di dinding arteri, mempersempit lumen pembuluh darah dan mengurangi aliran darah menuju otak. Kondisi ini memicu kematian sel-sel otak secara perlahan.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa risiko ini terakumulasi secara diam-diam dari waktu ke waktu, terkait erat dengan tekanan darah, gaya hidup, dan kondisi medis yang mendasari. Namun, sebagian besar kasus stroke dapat dicegah melalui langkah-langkah terukur yang berfokus pada empat pilar utama.

Dokter Catherine Campbell, seorang ahli saraf dari Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ancaman stroke sering kali luput dari perhatian karena gejalanya berkembang tanpa disadari. Ia menjelaskan bahwa tekanan darah, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari memainkan peran utama dalam proses akumulasi risiko tersebut. Oleh karena itu, para pakar merekomendasikan empat pendekatan strategis untuk mengurangi risiko stroke secara signifikan.

1. Pengendalian tekanan darah

- Advertisement -

Dokter Brett A. Sealove, seorang ahli jantung yang dikutip dari Eating Well, menyatakan bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling signifikan namun paling mudah dikendalikan. Kondisi ini melemahkan dinding pembuluh darah secara progresif, membuat arteri lebih rapuh dan rentan terhadap pecah atau penyumbatan yang pada akhirnya memicu stroke.

Dokter Sealove menekankan bahwa masyarakat harus berusaha menjaga tekanan darah di bawah ambang batas 130/80 mmHg. Ia merekomendasikan diet rendah garam, olahraga teratur, dan kepatuhan terhadap pengobatan resep sebagai langkah utama. Selain itu, ia juga menyarankan agar pasien memantau tekanan darah mereka secara rutin di rumah sebagai bentuk kewaspadaan dini.

2. Pengendalian kadar kolesterol jahat atau LDL

Para ahli menjelaskan bahwa tingginya kadar LDL berkontribusi langsung pada pembentukan plak di arteri, sebuah kondisi yang disebut aterosklerosis. Plak ini tidak hanya mempersempit pembuluh darah yang menuju ke otak, tetapi juga dapat terlepas dan menciptakan gumpalan darah yang menyumbat aliran, menjadi pemicu utama stroke iskemik.

Target yang ditetapkan para ahli jantung adalah menjaga kadar LDL di bawah 100 mg/dL untuk orang dewasa sehat, dan di bawah 70 mg/dL bagi mereka yang berisiko tinggi atau yang pernah mengalami stroke. Perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi makanan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan minum obat bila diperlukan dinilai sebagai langkah-langkah penting yang tidak bisa ditawar.

3. Aktivitas fisik teratur

Dokter Catherine Campbell menekankan bahwa olahraga menjaga kesehatan kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol HDL yang bersifat protektif, serta mengontrol berat badan dan kadar gula darah. Semua faktor ini bekerja sinergis untuk membantu mengurangi risiko stroke.

Campbell mengutip berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur memiliki risiko stroke hemoragik hingga 34 persen lebih rendah dan risiko stroke iskemik hingga 21 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang bergerak. Ia merekomendasikan durasi sekitar 30 menit olahraga setiap hari, dan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki setelah makan sudah cukup memberikan manfaat signifikan.

4. Pola Makan yang Tepat

Penerapan pola makan yang menyehatkan jantung. Dokter Sarah Alexander, seorang spesialis gizi klinis, mengungkapkan bahwa diet Mediterania secara signifikan mengurangi risiko stroke. Pola makan ini memprioritaskan buah-buahan dan sayuran, biji-bijian utuh, lemak sehat dari minyak zaitun dan kacang-kacangan, serta protein tanpa lemak seperti ikan dan unggas, sambil membatasi daging merah dan gula olahan.

Alexander merujuk pada sebuah studi yang berlangsung selama lebih dari 20 tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengikuti diet ini memiliki risiko stroke 25 persen lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini memperkuat bukti bahwa apa yang dikonsumsi setiap hari memiliki dampak langsung terhadap kesehatan pembuluh darah dan otak.

Selain empat pilar utama tersebut, para dokter juga menyoroti kebiasaan lain yang kerap diabaikan. Mereka merekomendasikan agar perokok segera menghentikan kebiasaan tersebut karena asap rokok merusak lapisan pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis. Durasi tidur juga menjadi perhatian, dengan anjuran 7 hingga 9 jam setiap malam bagi orang dewasa untuk memulihkan fungsi kardiovaskular. Konsumsi alkohol pun dibatasi tidak lebih dari satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria, sementara manajemen stres harian dianggap sebagai komponen penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan kesehatan mental secara keseluruhan. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here