Jabaran.id – Dinas Pendidikan Kota Depok resmi menggelar ajang tahunan Perhelatan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SMP tingkat Kota Depok selama dua hari, terhitung sejak Selasa hingga Rabu, 28-29 Juli 2026. Ajang pembinaan bakat dan penguatan karakter religius ini mencatatkan antusiasme luar biasa dari para peserta, di mana tercatat sebanyak 1.604 murid jenjang SMP dari berbagai sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kota Depok turun berpartisipasi memperebutkan prestasi terbaik.
Ketua Panitia Pentas PAI Kota Depok, Abdurohman, mengungkapkan rincian statistik partisipasi peserta yang tersebar di pelbagai cabang perlombaan pada penyelenggaraan tahun ini. Beliau memaparkan bahwa cabang seni Hadroh menjadi mata lomba dengan jumlah partisipan terbanyak, yakni diikuti oleh 36 grup dengan total 432 murid, di mana masing-masing grup terdiri dari maksimal 11 orang. Selanjutnya, cabang Lomba Cerdas Cermat (LCC) mencatatkan keikutsertaan sebanyak 113 grup dengan total 339 murid, yang mana setiap kelompok diisi oleh tiga murid.

Abdurohman melanjutkan bahwa untuk cabang perlombaan perseorangan, persaingan ketat juga terlihat di berbagai lini keagamaan dan seni Islam. Pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kategori putra diikuti oleh 64 murid dan kategori putri sebanyak 56 murid. Sementara pada cabang ceramah keagamaan, tercatat 93 murid putra dan 104 murid putri berpartisipasi. Adapun pada ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), jumlah peserta mencapai 93 murid putra dan 113 murid putri. Untuk cabang kaligrafi, persaingan diisi oleh 54 murid putra dan 88 murid putri, sedangkan cabang Olimpiade PAI diikuti oleh 87 murid.
Di samping cabang-cabang konvensional tersebut, Abdurohman memberikan penekanan khusus pada keberadaan cabang lomba baru yang langsung menyedot perhatian banyak pelajar di Kota Depok, yakni cabang desain poster Islami yang diikuti oleh 81 murid. Kehadiran cabang seni visual ini diselaraskan secara langsung dengan petunjuk teknis pelaksanaan Pentas PAI di tingkat Provinsi Jawa Barat, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dan pemanfaatan media kreatif dalam syiar Islam.
“Tahun ini poster menjadi mata lomba yang baru diadakan, sesuai dengan turunan juknis yang tertera di Pentas PAI Provinsi Jawa Barat. Tapi, meskipun baru diadakan pesertanya sudah cukup banyak, yakni mencapai 81 murid,” kata Abdurohman.
Pengembangan literasi digital dan kreativitas visual melalui lomba poster dinilai memiliki fungsi strategis dalam era komunikasi modern. Abdurohman menjelaskan bahwa integrasi seni grafis dan pesan-pesan moral keagamaan dapat membentuk kemampuan siswa dalam menyampaikan pesan kebaikan secara lebih efektif, relevan, serta mampu menjangkau audiens generasi muda yang identik dengan media visual.

Sementara itu, Koordinator Panitia Pentas PAI Kota Depok, Zakaria, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi di tingkat daerah, melainkan juga sebagai tahapan seleksi menuju kompetisi yang lebih tinggi.
“Tentunya nanti juara 1 dari tiap mata lomba akan menjadi wakil Kota Depok di Pentas PAI jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Barat. Para murid akan mendapatkan pembinaan terlebih dahulu,” ujar Zakaria.
Proses pembinaan secara intensif dan terstruktur bagi para peraih medali emas tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam menjaga kualitas mental maupun teknis para utusan daerah.
“Penguatan materi, pemantapan teknik tampil, hingga pendampingan psikologis akan diberikan oleh para mentor berpengalaman guna memastikan para juara siap memberikan penampilan maksimal serta mampu mengharumkan nama Kota Depok di tingkat Jawa Barat,” pungkas Zakaria. (*)
