HomeJabarPasca Erupsi Krakatau, Kalbe Bagikan Seribu Masker di Depok

Pasca Erupsi Krakatau, Kalbe Bagikan Seribu Masker di Depok

Jabaran.idKalbe Consumer Health (KCH) membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di Area Stasiun Depok Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi lingkungan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain masker, masyarakat juga mendapatkan produk Komix Herbal sachet dan Woods Xtra. Kegiatan yang melibatkan tim perwakilan KCH Depok itu mengusung gerakan “Bersama Lindungi Fungsi Pernapasan, Bersama Wujudkan Kepedulian”.

Brand Activation Kalbe Consumer Health, Iqbal mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi pasca erupsi.

Kalbe Consumer Health (KCH) membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di Area Stasiun Depok Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026. Foto : Istimewa

“Di tengah kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, kami berharap dukungan berupa masker serta produk Komix Herbal dan Woods Xtra dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah situasi ini,” ujar Iqbal.

- Advertisement -

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan dan fungsi pernapasan, terutama saat kondisi lingkungan dipengaruhi aktivitas gunung api.

Gunung Anak Krakatau sebelumnya mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam, mulai Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setelah episode erupsi menerus tersebut berakhir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan karakteristik erupsi strombolian. Aktivitas gunung api tersebut masih dipantau dan statusnya berada pada Level III atau Siaga.

Aktivitas erupsi gunung api dapat menghasilkan abu vulkanik maupun gas seperti sulfur dioksida (SO₂) yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan. Kondisi tersebut menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi lingkungan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau,” tutur Iqbal.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here