HomeNewsMediaMIND 2026 Usung Tema 'Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri'

MediaMIND 2026 Usung Tema ‘Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri’

Jabaran.id – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID kembali menggelar kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026 bertema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”. Event tersebut terungkap saat sosialisasi di Gedung Science Technopark Universitas Indonesia (UI), Kampus Depok, Jumat, 11 September 2026.

Ajang yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Kantor Berita ANTARA, PT Antam, dan UI ini ditujukan untuk memperkuat kolaborasi sektor pertambangan dengan publik.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menegaskan, ajang ini diselenggarakan sebagai wadah sinergi dan edukasi publik.

“MediaMIND tidak hanya ditujukan sebagai ajang kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara Grup MIND ID dengan jurnalis, akademisi, dan publik,” kata Pria Utama.

- Advertisement -

Ia menambahkan, karya jurnalistik memiliki peran penting dalam literasi industri mineral nasional.

“Karya jurnalistik dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pengelolaan kekayaan mineral Indonesia serta manfaatnya bagi pembangunan nasional,” ujar Pria Utama.

Sementara itu, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI Chairul Hudaya menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai pertambangan harus dikelola secara bertanggung jawab.

“Menurut saya, ini suatu langkah yang sangat baik sekali bagi kita bisa berkontribusi untuk industri pertambangan ke depan yang jauh lebih baik, yang memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya, dengan bertanggung jawab, tanpa merugikan nanti masyarakat sekitar,” kata Chairul.

Ia menekankan, sektor tambang menjadi modal penting pembangunan bangsa jika dikelola dengan benar.

“Justru tambang ini akan menjadi salah satu pemasukan bagi bangsa dan negara kita ini yang bagus untuk pembangunan kita, tetapi dengan cara yang bertanggung jawab,” kata Chairul.

Chairul juga menyoroti peran strategis jurnalis dalam mengurai sumbatan komunikasi antara pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Jangan sampai terjadi komunikasi yang bottleneck, dan itu menurut saya jurnalis bisa melakukannya. Untuk pemerintah, pemerintah juga harus mendengarkan harapan-harapan dari masyarakatnya. Nah, ini yang akan di-capture oleh para jurnalis-jurnalis ini,” ucap Chairul.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here