Jabaran.id – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) menggelar Festival Olahraga Tradisional (Ortrad) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Stadion Mini Sukatani, Kecamatan Tapos.
Festival yang menjadi agenda tahunan ini diikuti oleh siswa perwakilan terbaik dari setiap kecamatan se-Kota Depok. Mereka bertanding dalam lima cabang olahraga tradisional, yaitu Hadang, Sumpitan, Tarumpah (terompah panjang), Egrang, dan Dagongan. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan strategis untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat yang sarat akan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Kepala Bidang Pembinaan Olahraga pada Disporyata Kota Depok, Nur Abdullah, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Seluruh siswa yang menjadi peserta adalah wakil kecamatan, dan ini adalah tim terbaik dari tiap kecamatan.
“Total hadiah sebesar Rp 50 juta yang disiapkan untuk para pemenang, selain piagam penghargaan, medali, dan piala bagi para juara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nur Abdullah menjelaskan bahwa kompetisi ini adalah sebuah agenda tahunan yang melibatkan siswa-siswa di jenjang SD. Lomba ini pun sifatnya berkelanjutan, dimana nantinya yang juara satu dari tiap mata lomba akan menjadi wakil Kota Depok untuk berkompetisi di Festival Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kepala Disporyata Kota Depok, Eko Hariyanto, menyoroti makna filosofis di balik aktivitas fisik yang dilombakan. Menurutnya, olahraga tradisional adalah aktivitas fisik yang menjadi budaya leluhur yang melatih keterampilan, ketangkasan, dan sarat akan kerja sama tim.
“Dengan begitu tujuannya adalah melestarikan salah satu budaya bangsa, lalu memupuk kesehatan dan kebugaran, dan ketiga adalah olahraga tradisional mengandung nilai-nilai kerjasama tim,” terang Eko Hariyanto.
“Ada 9 September diperingati sebagai hari olahraga nasional, dan ini menjadi bagian dalam peringatannya,” tambahnya.

Eko Hariyanto menjelaskan lebih jauh bahwa olahraga tradisional memiliki peran vital dalam membentuk karakter anak, terutama di era modern ini. Berbeda dengan olahraga modern yang kerap berorientasi pada prestasi individu, cabang seperti hadang (gobak sodor) dan dagangan mengajarkan solidaritas serta strategi kolektif.
“Kami melihat antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka tidak hanya berlomba, tetapi juga belajar tentang sejarah dan nilai-nilai gotong royong yang terkandung dalam setiap permainan,” ujar Eko Hariyanto. (*)

Daftar juara Festival Olahraga Tradisional Kota Depok jenjang SD 2026 :
Sumpitan :
Juara 1 : Kecamatan Tapos
Juara 2 : Kecamatan Sukmajaya
Juara 3 : Kecamatan Beji
Dagongan :
Juara 1 : Kecamatan Sukmajaya
Juara 2 : Kecamatan Cinere
Juara 3 : Kecamatan Tapos
Egrang
Juara 1 : Kecamatan Sukmajaya
Juara 2 : Kecamatan Cilodong
Juara 3 : Kecamatan Cinere
Terompah :
Juara 1 : Kecamatan Beji
Juara 2 : Kecamatan Tapos
Juara 3 : Kecamatan Sawangan
Hadangan
Juara 1 : Kecamatan Sukmajaya
Juara 2 : Kecamatan Beji
Juara 3 : Kecamatan Cimanggis
