Jabaran.id — Kecamatan Sukmajaya kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu wilayah yang aktif membangun budaya prestasi pendidikan di Kota Depok. Kali ini, prestasi datang dari arena olahraga tradisional sekaligus ajang GTK Inspiratif tingkat kota.
Ketua K3S Kecamatan Sukmajaya, Arif Suryadi menjelaskan, dalam Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat Kota Depok yang berlangsung di Stadion Mini Sukatani, Tapos, 3 September 2026 Tim Otrad Kecamatan Sukmajaya berhasil tampil sebagai Juara Umum.

Prestasi tersebut diraih melalui capaian tiga juara pertama, satu juara kedua, dan satu juara keempat. Pada nomor Dagongan, Egrang, dan Hadang, Sukmajaya masing-masing meraih Juara 1. Sementara pada nomor Sumpitan meraih Juara 2, dan Terompah Panjang berada di Juara 4.
“Ini menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih memiliki ruang penting dalam pembentukan karakter. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kekompakan, sportivitas, keberanian, ketangkasan, dan semangat pantang menyerah,” jelasnya
Arif mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim Otrad Sukmajaya, pembina, pelatih, kepala sekolah, guru, serta semua pihak yang telah mendukung pencapaian tersebut.
Menurut Arif, kemenangan itu tidak semata-mata tentang piala. Lebih dari itu, prestasi merupakan hasil dari proses, disiplin, kerja sama, dan kesungguhan dalam membawa nama baik Sukmajaya.
“Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah proses perjuangan yang membangun karakter, kekompakan, sportivitas, dan rasa percaya diri. Karena itu, kemenangan Tim Otrad Sukmajaya adalah kebanggaan kita bersama,” ujar Arif Suryadi.
GTK Inspiratif Turut Mengharumkan Nama Sukmajaya
Semangat berprestasi juga terlihat dari capaian perwakilan Sukmajaya dalam ajang GTK Inspiratif tingkat Kota.
Pada kategori kepala sekolah, Neneng Khoiriyah Kepala SDN Mekarjaya 9 meraih Juara 2. Sedangkan Reni Faridah Kepala SDN Cisalak 1 berhasil meraih Harapan 1, Dari kategori guru, Siti Hajar yang merupakan guru SDN Sukmajaya 1, berhasil meraih Harapan 2.

Bagi K3S Sukmajaya, prestasi tersebut memperlihatkan bahwa budaya berprestasi harus tumbuh secara menyeluruh. Bukan hanya peserta didik yang didorong untuk berprestasi, tetapi juga kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.
“Sekolah harus menjadi ekosistem yang memberikan ruang kepada semua warga sekolah untuk berkembang. Guru harus terus berkarya, kepala sekolah harus terus berinovasi, dan peserta didik harus diberikan kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” kata Arif.
Ia berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi energi positif bagi seluruh satuan pendidikan di Kecamatan Sukmajaya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Karena setiap kompetisi semestinya tidak hanya dipandang sebagai arena untuk mengejar juara, tetapi juga sebagai ruang belajar.
“Kekalahan mengajarkan evaluasi, kemenangan mengajarkan kerendahan hati, sementara proses latihan mengajarkan disiplin dan ketekunan,” tuturnya.
Arif menegaskan, K3S Sukmajaya akan terus mendorong semangat kolaborasi antarsekolah agar prestasi tidak berhenti pada satu momentum.
Berbagai potensi di bidang olahraga, seni, akademik, literasi, numerasi, kreativitas, inovasi pembelajaran, hingga kepemimpinan pendidikan perlu terus mendapatkan ruang pembinaan.
“Harapan kami sederhana yaitu Sukmajaya tetap menyala. Menyala semangatnya, menyala kreativitasnya, menyala prestasinya, dan menyala kolaborasinya,” ujar Arif.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, pembina, pelatih, serta berbagai pihak yang selama ini ikut menopang perjalanan prestasi pendidikan di Kecamatan Sukmajaya.
“Prestasi adalah buah dari kerja bersama, pembinaan yang konsisten, kepemimpinan yang kuat, dan semangat untuk terus belajar. Karena itu, kemenangan Otrad dan capaian GTK Inspiratif diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak prestasi pada berbagai momentum kompetisi berikutnya,” ucapnya. (*)
