HomePendidikan'Pentas Sejuta Aksi' SMPN 5 Depok: Ketika 27 Provinsi Berpadu dalam Nada,...

‘Pentas Sejuta Aksi’ SMPN 5 Depok: Ketika 27 Provinsi Berpadu dalam Nada, Rasa, dan Karsa

Jabaran.id — Semangat Sumpah Pemuda kembali digaungkan di lingkungan SMPN 5 Depok melalui sebuah perhelatan akbar yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Kokulikuler. Kegiatan yang bertajuk “Pentas Sejuta Aksi” tersebut sukses digelar sebagai wadah ekspresi seni dan budaya sekaligus momentum refleksi kebangsaan bagi seluruh civitas akademika sekolah.

Acara yang mengusung tema ‘Pentas Sejuta Aksi Melodi Nusantara, Pesona Indonesia Berkarya: Menyatukan Nada, Rasa, dan Karsa untuk Merajut Asa’ ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai kebinekaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kelembagaan SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Bahrudin, serta Pengawas Pembina SMP Kota Depok, Ade Irma, yang turut memberikan dukungan terhadap kreativitas siswa.

Pensi SMPN 5 Depok 2

Kepala SMPN 5 Depok, Iyang Bahtiar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan akumulasi dari berbagai program yang telah berjalan, dengan fokus utama pada pengenalan kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, Pentas Sejuta Aksi sengaja dirancang untuk menyatukan berbagai elemen seni, bahasa, dan kreativitas dalam satu panggung yang megah.

- Advertisement -

“Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Bulan Bahasa dan Kokulikuler. Tema yang kami angkat adalah Melodi Nusantara, Pesona Indonesia Berkarya, di mana semuanya berkaitan dengan Indonesia. Untuk kokulikuler, setiap kelas membahas tentang 27 provinsi di Indonesia, sesuai dengan jumlah rombongan belajar yang ada di SMPN 5 Depok,” ujar Iyang Bahtiar.

Iyang menambahkan, setiap kelas mendapatkan kesempatan untuk mendalami satu provinsi, mulai dari seni, budaya, hingga kuliner khas daerah tersebut. Hal ini bertujuan agar para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.

“Setiap kelas membahas tentang seni, budaya, dan kuliner khas dari provinsi yang mereka dapat. Ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat kontekstual bagi siswa,” tambahnya.

Selain kegiatan kokulikuler yang menampilkan keberagaman provinsi, rangkaian Bulan Bahasa juga diisi dengan berbagai lomba yang bertujuan mengasah kemampuan berbahasa siswa. Iyang merinci bahwa lomba-lomba tersebut mencakup tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Sunda.

Pensi SMPN 5 Depok 1

“Untuk bulan Bahasa, digelar lomba Bahasa Indonesia seperti mendongeng, cipta dan baca puisi, cipta cerpen, dan pantun. Kemudian Bahasa Inggris ada story telling, speech, dan writing. Untuk Bahasa Sunda ada Biantara, maca Sajak, dan kawih,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iyang memaparkan bahwa tujuan dari kegiatan ini sangat komprehensif, tidak hanya sebatas hiburan semata. Menurutnya, ada empat pilar utama yang ingin dicapai melalui Pentas Sejuta Aksi.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menyediakan wadah ekspresi dan apresiasi minat serta bakat siswa di bidang seni musik, tari, drama, dan karya kreatif. Kemudian menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebanggaan, dan kepedulian terhadap kelestarian seni dan budaya Nusantara,” papar Iyang.

Ia juga menekankan pentingnya aspek sosial dalam kegiatan ini, di mana para siswa dilatih untuk mempererat tali silaturahmi dan kerja sama.

“Kami juga ingin mempererat tali silaturahmi, kekeluargaan, dan kerja sama antarpeserta didik, guru, serta seluruh civitas akademika. Selain itu, melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan siswa melalui keikutsertaan dalam kegiatan sekolah,” ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan, Iyang menjelaskan bahwa pemilihan 27 provinsi bukan tanpa alasan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar (rombel) yang ada di SMPN 5 Depok, sehingga setiap kelas memiliki tanggung jawab untuk mengeksplorasi satu provinsi secara mendalam. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan dan kebanggaan tersendiri bagi setiap kelas terhadap daerah yang mereka pelajari.

“Kami ingin setiap siswa memiliki pengalaman langsung dalam menggali potensi seni, budaya, dan kuliner dari provinsi yang mereka dapat. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar tentang keberagaman, tetapi juga tumbuh rasa toleransi dan saling menghargai antarbudaya,” tambah Iyang.

Acara Pentas Sejuta Aksi ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan kecintaan terhadap budaya dapat diintegrasikan dalam kegiatan sekolah yang menyenangkan. Melalui pentas seni, lomba bahasa, dan pameran kuliner khas daerah, siswa SMPN 5 Depok diajak untuk merayakan perbedaan dalam bingkai persatuan, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menjadi latar belakang kegiatan tersebut.

“Diharapkan para siswa tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi, serta menjadi agen pelestari budaya Nusantara di masa depan,” ucapnya. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here