HomePendidikanMembangun Karakter Remaja, SMPN 22 Depok Gaungkan Sinergi Keluarga dan Sekolah Lewat...

Membangun Karakter Remaja, SMPN 22 Depok Gaungkan Sinergi Keluarga dan Sekolah Lewat Program Parenting

Jabaran.id – Fenomena kompleksitas tantangan perilaku remaja di era digital saat ini menjadi perhatian serius bagi SMPN 22 Depok dengan mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan kegiatan parenting bertema ‘Peran Orang Tua dalam Memahami dan Mendampingi Tantangan Perilaku Remaja’. Kegiatan yang digelar pada Rabu (28/10/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para orang tua dalam mendampingi perkembangan anak serta memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai permasalahan perilaku yang kerap muncul pada masa remaja.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen nyata SMPN 22 Depok dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Dalam pelaksanaannya, sekolah menghadirkan Evi Elviati, seorang Psikolog, sebagai narasumber utama.

Kegiatan Parenting di SMPN 22 Depok 2

Kepala SMPN 22 Depok, Titik Sunarsih, menegaskan bahwa pembentukan karakter dan pengawasan perilaku siswa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang erat dan sinergis antara pihak sekolah dan orang tua untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat bagi anak.

- Advertisement -

“Kami menyadari bahwa masa remaja adalah fase yang penuh dengan gejolak dan perubahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan parenting ini, kami ingin membuka ruang dialog dan menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua. Kami ingin memastikan bahwa lingkungan pendidikan yang aman dan positif tidak hanya tercipta di sekolah, tetapi juga berlanjut saat anak berada di rumah,” ujar Titik Sunarsih.

Lebih lanjut, Titik Sunarsih memaparkan beberapa fakta penting yang melatarbelakangi urgensi kegiatan ini. Ia menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi remaja saat ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Ia menyebutkan bahwa salah satu permasalahan yang sering muncul di sekolah adalah ketidakmampuan siswa dalam mengelola emosi dan tekanan sosial, yang seringkali berujung pada penurunan motivasi belajar atau konflik antar teman sebaya.

“Data di lapangan menunjukkan bahwa banyak masalah perilaku remaja, seperti kecanduan gawai, perundungan, hingga kesulitan mengelola stres, berakar dari kurangnya komunikasi yang terbuka di rumah. Banyak orang tua yang belum menyadari bahwa anak-anak mereka sedang mengalami tekanan batin, sehingga mereka memilih untuk melampiaskannya dengan cara yang kurang tepat. Inilah yang ingin kami cegah sedini mungkin melalui edukasi psikologis seperti ini,” tambahnya.

Kegiatan Parenting di SMPN 22 Depok 3

Dalam sesi paparannya, Evi Elviati, selaku narasumber, menekankan bahwa orang tua dituntut untuk lebih peka terhadap perubahan emosi dan pola perilaku anak. Ia menjelaskan bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri, sehingga anak membutuhkan pendampingan yang tepat, bukan sekadar pengawasan yang bersifat mengekang.

“Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa remaja sedang berjuang mencari identitas dirinya. Komunikasi yang terbuka, pendampingan yang penuh empati, serta perhatian terhadap perkembangan sosial dan emosional anak jauh lebih efektif daripada hukuman yang bersifat fisik atau verbal. Orang tua harus bisa menjadi tempat curhat yang aman bagi anak,” jelas Evi di hadapan para peserta. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here