Jabaran.id – Dinas Pendidikan Kota Depok melalui Bidang SMP menggelar Lomba Pendidikan Anak Indonesia Hebat. Namun, gelaran tahun ini menghadirkan wajah yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah, kini lomba digelar di lingkungan Balai Kota Depok dengan pendekatan yang lebih inklusif. Peserta lomba tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa inklusi dan siswa reguler, sebuah pola yang menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa perubahan pola ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, tahun ini ada perbedaan mendasar dalam pelaksanaan lomba, terutama dari sisi lokasi dan komposisi peserta.

“Ini kegiatan rutin di bidang SMP. Tahun ini polanya berbeda. Tahun lalu di sekolah, dan tahun ini kegiatan di tempat umum,” ujar Yusuf.
Yusuf menuturkan, lomba tahun ini dirancang dengan cara yang berbeda karena pesertanya merupakan kolaborasi antara siswa inklusi dengan siswa reguler. Ia menilai pola tersebut membawa pesan penting bagi seluruh peserta, yakni semua siswa dipandang sama dan siapa saja bisa berprestasi.
“Jadi ada kolaborasi tersebut membuat siswa semua memandang hal yang sama, siapa saja bisa berprestasi,” kata Yusuf.
Adapun cabang lomba yang digelar mencakup beberapa kategori dengan jumlah peserta yang beragam. Ansambel Musik dan Vokal diikuti 12 tim dengan total 44 peserta. Menari diikuti 9 tim dengan total 34 peserta. Kreasi Daur Ulang diikuti 14 tim dengan total 28 peserta. Gobak Sodor diikuti 10 tim dengan total 40 peserta, dan Lari Estafet diikuti 20 tim dengan total 80 peserta. Seluruh kategori tersebut melibatkan tim yang terdiri atas perpaduan siswa inklusi dan reguler.
Yusuf menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bidang SMP dalam memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar ruang kelas. Ia menyebut, pelaksanaan lomba di tempat umum dipilih agar siswa terbiasa tampil di hadapan publik yang lebih luas.

“Ini kegiatan rutin di bidang SMP. Tahun ini polanya berbeda,” ujarnya menegaskan perbedaan pelaksanaan tahun ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menilai kolaborasi antara siswa reguler dan siswa inklusi sebagai kemajuan pendidikan yang baik. Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan berlaku untuk semua anak tanpa terkecuali.
“Mengkolaborasikan siswa antara siswa reguler dan inklusi. Ini adalah kemajuan Pendidikan yang baik. Kemajuan Pendidikan itu berlaku untuk semua,” kata Wahid.
Lebih lanjut, Wahid menyampaikan harapannya agar cita-cita Indonesia Emas pada 2045 dapat diwujudkan oleh anak-anak saat ini tanpa terkecuali. Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendidik dan membimbing semua anak dengan sabar. “Semoga mimpi kita Indonesia emas di 2045 itu anak anak sekarang tanpa terkecuali. Guru yang mendidik, membimbing dengan sabar semua anak anak tanpa terkecuali,” kata Wahid.
Wahid menambahkan, prestasi yang diraih dalam lomba ini akan mendapatkan apresiasi, termasuk kesempatan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi.
“Nantinya akan ada apresiasi juga untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, dimana para juaranya bisa masuk ke jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi,” ujarnya. (*)
Daftar Juara Lomba Pendidikan Anak Indonesia Hebat
Lari Estafet
Juara 1 : SMPN 13 Depok (Muhammad Rizky Fadli, Fahri Kurniawan, Muftazal Kamil, Syauqi Labibah Waluyo)
Juara 2 : SMPN 14 Depok (Erlangga Putra, Rizki Agung, Muhammad Dhuha, Mikail Jabbar Al Rasyid)
Juara 3 : SMPN 19 Depok (Rafka Aditiya, Rizky Putra Nugroho, Aditya Maulana Saputra, Gathan Ibrahim Pratama)
Kreasi Daur Ulang
Juara 1 : SMPN 18 Depok (Nada Syarafana Elsalim dan Aprilia Zahra Aulia)
Juara 2 : SMPN 14 Depok (Kenji Putra F. dan Muhammad Alwafi)
Juara 3 : SMP Darul Abidin (Mutiara Clarissa Anjaliq dan Keyna Naema Almahyra)
Ansambel Musik dan Vokal
Juara 1 : SMP Indonesia Natural School (Hanna, Akram, Arkharega, Dzakwan, Abdullah, Marafi)
Juara 2 : SMPN 17 Depok (Mikhaila dan Aghniz)
Juara 3 : SMPN 4 Depok (Azkadeena, Hazael, Radithya, Annisa, Nevile, dan Fadly)
Menari
Juara 1 : SMPN 18 Depok (Feriza Ayu Sasikirana, Rachel Amanda Syahrul, Caca Wulandari, Aqueena Nurul Izzati)
Juara 2 : SMPN 13 Depok (Zaneta Patrisia Caurisa, Putri Nur Hikmah, Khanza Bovelia Nur, Salsabilla, Nida Nuraini)
Juara 3 : SMPN 10 Depok (Sindra Almer Wira, Dzaky, Gimel Victoria, Putri Susanto)
Gobak Sodor
Juara 1 : SMPN 18 Depok (Yuvandha Nadhir, Rahimah, Ghina Seprtiana, Alma Dara Sakina, Beby Naila Sayuti, Beby Kalyla Sayuti, Rahma Putri Ramadani)
Juara 2 : SMPN 10 Depok (Naira Askanah, Syafira Putri Humaira, Amira Khoirunnisa, Inneke Sulistya Amalia, Mouziamia Alfayhania, Navita Felisha)
Juara 3 : SMPN 12 Depok (Syifa Putri Rahmawati, Annisa Khanza, Aprilia Salsabilah, Marchsa Putri Letisya, Jihan Aqila, Atifha Farihan Wardah)


