Jabaran.id — Antrean gerobak sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Lapangan Jawa, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, menuai keluhan warga. Kondisi ini mendorong Anggota DPRD Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Turidi, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Selasa, 31 Maret 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan warga serta petugas pengangkut sampah yang mengeluhkan semakin menumpuknya antrean digerobak TPS Lapangan Jawa. Dalam sidak itu, Imam Turidi mengaku mendapat keluhan dari masyarakat, ia ingin mendengarkan langsung aspirasi dari ketua RT, RW, serta para petugas kebersihan yang terdampak.
“Saya hadir untuk mendengar langsung keluhan warga dan para petugas. Permasalahan ini harus segera ditangani karena menyangkut kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat,” ujar IT, sapaannya.
Turut hadir dalam sidak tersebut unsur pemerintah setempat, mulai dari lurah, camat, hingga Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Udara Kodratulloh. Dari hasil pertemuan itu, disepakati langkah cepat untuk mengatasi penumpukan sampah.
“Alhamdulillah DLHK menjanjikan penumpukan gerobak sampah ini ditargetkan selesai paling lama satu minggu, mencakup seluruh RT dan RW di Kelurahan Beji,” kata IT.
Meski demikian, dalam sidak tersebut Imam Turidi menggarisbawahi sejumlah catatan penting juga disampaikan warga, khususnya terkait metode pengangkutan sampah yang dinilai kurang efektif.
“Para petugas kebersihan masih harus menaikkan sampah secara manual ke dalam truk, yang dinilai memperlambat proses dan menguras tenaga,” ungkap IT.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Beji, Cinere, Limo ini mengatakan perwakilan warga Depok Utara, termasuk ketua RT dan RW, mengusulkan agar DLHK menyediakan alat berat, seperti beko untuk mempercepat pemindahan sampah ke truk tronton.
“Mereka menilai penggunaan alat tersebut sebelumnya terbukti membantu mempercepat penanganan sampah,” jelas Imam Turidi.
Selain itu, warga juga menyoroti adanya penurunan kinerja dalam pengelolaan sampah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diperparah dengan belum optimalnya penggunaan mesin pengolahan sampah 3R di wilayah tersebut.
Warga berharap DLHK segera mengambil langkah konkret dan menghadirkan solusi yang lebih efektif agar permasalahan sampah di TPS Jalan Jawa tidak terus berulang.
“Semoga ada ide dan solusi baru dari pihak terkait agar pengelolaan sampah di Beji bisa lebih baik ke depan,” ujar salah satu perwakilan warga.
