HomeEkbisBerkat BRI, Salad Umma Naik Kelas, Dimulai dari Keterpaksaan dan Keterbatasan 

Berkat BRI, Salad Umma Naik Kelas, Dimulai dari Keterpaksaan dan Keterbatasan 

Jabaran.id, Jakarta – Mengawali bisnis salad merupakan peralihan keterpaksaan kala Covid-19 melanda. Sempat lockdown sehingga usaha weddingnya terpaksa ditutup. Kerugian material saat ini membuat perempuan satu ini dituntut oleh keadaan agar tetap bisa melangsungkan hidup.

Lagi-lagi tercetus usaha salad dikarenakan semenjak Covid-19 tadi banyak perilaku kesehatan yang berubah, salah satunya dari pola makan. Agar tetap prima, banyak orang mengkonsumsi buah dan sayur. Oleh karena itu muncul ide untuk membuka usaha salad.

“Background saya di wedding, saya putuskan beralih ke salad karena menyesuaikan kebutuhan pasar dan tentunya proses pembuatannya tidak terlalu rumit,” ujar Owner Salad Umma, Hikma.

Tak berjalan mulus diawal, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), relasi untuk stok buah dan sayur membuat Umma Salad terus bereksplorasi. Mulai dari teknik pembuatan, bahan berkualitas, citarasa hingga penjualan.

- Advertisement -

“Semua saya pelajari dari nol, sebuah keterpaksaan yang akhirnya sampai sekarang bisa membawa Umma Salad menjadi naik kelas,” ungkapnya.

Hikma menuturkan, sebelum memutuskan membuka usaha salad, ia mengaku pernah mengikuti beberapa pelatihan umkm. Tak hanya dibekali soal ilmu tapi juga diberikan modal awal. Bekal pertama dibelikan ke peralatan untuk membuat salad.

Meski terbatas, Hikma terus mengupgrade skill dan tentunya berdasarkan pengalaman hari ke hari ada banyak hal yang ditemukan. Bagaimana cara menjaga buah dan sayur tetap fresh setelah dipotong. Yang utama tentunya bahan berkualitas yang mana menjadi dasar dalam pembuatan salad.

“Kebersihan peralatan, kualitas buah dan sayur hingga pengemasan sangat kami perhatikan,” ungkapnya.

Awalnya, penjualan salad ini dilakukan di garasi rumah orangtua Hikma. Disini ia menjajakan saladnya secara online. Sehingga tidak ada untuk makan ditempat. Tak sampai disitu, Salad Umma berekspansi penjualannya ke berbagai bazar. Tentunya untuk bazar, Hikma tidak bisa sendirian, ia butuh beberapa orang guna menjajakan salad buatannya.

Dilalahnya, suaminya seorang dosen disalah satu kampus yang memiliki banyak mahasiswa yang membutuhkan magang. Entah suatu kebetulan yang pas, Hikma tak susah payah mencari orang untuk menjajakan salad buatannya.

“Alhamdulillah dikasih jalan sehingga Umma Salah bisa dikenal orang banyak melalui bazar,” terangnya.

Seiring berjalannya waktu, Salad Umma rutin mengikuti bazar di berbagai tempat. Sehingga akhirnya bertemu dengan pihak BRI. Dari situlah Salad Umma akhirnya bisa naik kelas. Mendapat pinjaman untuk membeli beberapa peralatan agar lebih lengkap. Bahkan bisa mengupgrade ke toko sendiri yang ciamik, dimana lebih mumpuni baik dari penampilan hingga higienis karena mempunyai dapur terpisah dari rumah tangga.

“Yang tadinya dapurnya campur dengan rumah tangga, sekarang punya toko dan dapur sendiri, terimakasih BRI,” tuturnya.

Mantri BRI Unit Tebet Barat Nicko Irawan membenarkan bahwasanya pemilik Salad Umma, Hikma memang nasabah BRI. Rencana untuk meningkatkan usaha bermula saat Hikma datang ke kantor unit untuk mengembangkan bisnisnya dengan mencari tahu mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada di BRI.

Tak perlu berlama-lama, pihak BRI lalu melakukan survei lapangan guna menganalisa kebutuhan sekaligus melihat potensi bisnis Salad Umma. Pengajuan pembiayaan tersebut disetujui dengan proses cepat dalam waktu yang cepat, hanya 3 hari saja.

“Salad Umma ini termasuk salah satu nasabah yang sangat bagus progresnya, pihak BRI selalu mendampingi perkembangan usaha ini dan akhirnya bisa naik level,” tutupnya.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here