Jabaran.id – Gelaran prestisius Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) luring jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kota Depok resmi digelar di lingkungan SD Islam Al Muhtadin. Sebagai ajang tahunan yang menjadi barometer kecerdasan akademik siswa, kompetisi kali ini memfokuskan pada tiga bidang keilmuan krusial yaitu Ilmu Pengetahuan (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Matematika. Penyelenggaraan secara luring ini memberikan ruang bagi para talenta muda untuk menunjukkan kemampuannya secara langsung setelah melalui proses kurasi yang ketat di tingkat wilayah masing-masing.
Ketua Panitia Daerah OSN luring jenjang SD tingkat Kota Depok, Sukamto, mengungkapkan bahwa para peserta yang berlaga di tingkat kota ini merupakan representasi terbaik dari 11 kecamatan yang ada di seluruh wilayah Kota Depok.

Menurutnya, perjalanan para siswa menuju panggung kota tidaklah instan karena sebelumnya telah dilaksanakan seleksi serupa di tingkat kecamatan guna menjaring wakil-wakil yang memiliki kapabilitas mumpuni untuk membawa nama baik daerahnya. Kehadiran para peserta ini menandakan tingginya antusiasme sekolah dalam membina minat siswa terhadap literasi sains dan numerasi sejak dini.
“Ini adalah turnamen yang pesertanya adalah perwakilan dari 11 kecamatan di Kota Depok, karena sebelumnya di tingkat kecamatan juga telah digelar OSN jenjang SD sebagai penyeleksian untuk menjadi wakil kecamatannya di tingkat Kota Depok,” ujar Sukamto.
Lebih lanjut, Sukamto memaparkan bahwa esensi dari OSN bukan sekadar memenangkan medali, melainkan sarana untuk melatih ketajaman logika dan kemampuan analisis kritis siswa dalam memecahkan masalah-masalah kompleks di bidang sains dan matematika. Beliau menambahkan bahwa penguasaan materi IPA dan Matematika menjadi fondasi penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan teknologi di masa depan, sementara IPS membekali mereka dengan pemahaman sosial dan kebangsaan yang kuat. Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga memiliki integritas dan mentalitas kompetitif yang sehat.
Mengenai kelanjutan dari ajang ini, Sukamto menjelaskan bahwa akan ada juga OSN daring berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 mendatang. Pada fase tersebut, akses partisipasi dibuka lebih luas di mana setiap satuan pendidikan diberikan kesempatan untuk mendaftarkan maksimal lima siswa untuk masing-masing mata pelajaran, sehingga total keterwakilan setiap sekolah bisa mencapai 15 siswa. Namun, ia menekankan pentingnya kepatuhan administratif di mana seluruh calon peserta wajib sudah terverifikasi dan terdaftar secara resmi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebagai syarat mutlak kepesertaan.

Nilai OSN luring ini nantinya akan dikomulatifkan dengan nilai OSN daring, untuk mendapatkan hasil secara keseluruhan, untuk mendapatkan penghargaan atau apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Depok.
“Sementara itu nantinya juga akan ada OSN daring yang berskala nasional digelar pada 8 Juni 2026, di mana setiap sekolah bisa mengirimkan maksimal lima siswa di tiap mata pelajaran, jadi setiap sekolah maksimal bisa mengirimkan 15 siswa, namun siswa tersebut harus terdaftar di puspresnas karena ini sudah menjadi kegiatan skala nasional yang diikuti seluruh siswa perwakilan dari sekolah se-Indonesia,” jelas Sukamto.
Sukamto juga memberikan penekanan bahwa pendaftaran melalui sistem Puspresnas bertujuan untuk mengintegrasikan data prestasi siswa secara nasional, sehingga rekam jejak akademik mereka tercatat dengan baik dalam pangkalan data kementerian. Dengan sistem yang terpusat ini, transparansi dan standarisasi soal ujian dapat terjaga dengan kualitas yang setara di seluruh pelosok negeri.
“SD-SD di Kota Depok dapat memanfaatkan kuota maksimal yang diberikan untuk menjaring lebih banyak siswa berprestasi agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi dan mengharumkan nama Kota Depok di kancah nasional,” pungkasnya. (*)
Daftar peringkat OSN luring jenjang SD tingkat Kota Depok :
Matematika
- Inayah Ainun Rahman (SDN Beji 6, Kecamatan Beji)
- Ahza Radinka Safaraz (SD Pribadi, Kecamatan Beji)
- Zaidan Al Atha Prastiadi (SD NP Tunas Global, Kecamatan Pancoranmas)
- Aryasatya Luhur Pambudi (SDIT Amal Mulia, Kecamatan Tapos)
- Muhammad Syahdan Rajendra (SDIT Rahmaniyah, Kecamatan Sukmajaya)
- Shaka Albiansyah Alwi (SDIT Az Zahra, Kecamatan Bojongsari)
IPA
- Danisha Alfarizqiani Azkadinata (SD Islam Al Azhar 46, Kecamatan Cilodong)
- Fatima Olivia (SD Ar Ridha Al Salaam, Kecamatan Cinere)
- Namiyah Salsabilah Fajrin (SDN Anyelir 1, Kecamatan Pancoranmas)
- Swalima Iqbal (SDIT Amal Mulia, Kecamatan Tapos)
- Wulandari (SDN Mekarjaya 12, Kecamatan Sukmajaya)
- Naura Azzahra Nugli (SDIT Izzati, Kecamatan Beji)
IPS
- Atara Jalani Edward (SD Semut-semut, Kecamatan Cimanggis)
- Acquila Rere Rinsula (SDN Kalibaru 2, Kecamatan Cilodong)
- Keiko Reikyna Rifanadhi (SD Islam Al Fauzien, Kecamatan Pancoranmas)
- Muhammad Al Jabbarullah (SDN Tugu 4, Kecamatan Cimanggis)
- Nadhifa Thafana (SDN Cilodong 1, Kecamatan Cilodong)
- Gabriella Immaculata Wilona Waruwu (SD Holy Faithful Obedient, Kecamatan Pancoranmas)
