HomePendidikanDari Sisa MBG, SMPN 16 Depok Kembangkan Kebun Kelengkeng Berkelanjutan

Dari Sisa MBG, SMPN 16 Depok Kembangkan Kebun Kelengkeng Berkelanjutan

Jabaran.id – Tim Sekolah Hijau SMP Negeri 16 Depok melakukan inovasi dari paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah pusat yang rutin dikirimkan ke sekolah. Alih-alih membuang biji buah kelengkeng dari menu buah tersebut, tim bersama siswa justru mengumpulkan dan menanamnya hingga kini mulai tumbuh menjadi bibit.

Koordinator Sekolah Hijau SMPN 16 Depok, Reny Kusdini menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan sesuatu yang kerap dianggap tidak berguna menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Ini adalah bagian dari pemanfaatan sesuatu yang kerap dianggap tidak berguna, menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan,” jelas Reny.

- Advertisement -

Proses menanam biji kelengkeng tersebut sengaja dilakukan secara kolaboratif bersama para siswa untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kecintaan terhadap lingkungan.

Lebih lanjut, Reny memaparkan rencana ke depan dari program penghijauan sekolah ini. Ia menyatakan bahwa bibit kelengkeng yang telah berhasil tumbuh tersebut tidak akan berhenti di lingkungan sekolah saja.

Nantinya tanaman kelengkeng tersebut akan diberikan ke siswa untuk ditanam. Baik itu di lingkungan sekolah ataupun di rumah siswa,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas dampak program sekaligus menciptakan ikatan emosional antara siswa dengan tanaman yang mereka rawat sejak dari biji.

Program MBG sendiri, yang menjadi sumber bahan baku utama inovasi ini, merupakan distribusi harian yang berisi makanan lengkap termasuk buah-buahan bagi siswa. Praktik di SMPN 16 Depok mengungkap potensi tersembunyi dari program tersebut, tidak hanya sebagai penyedia gizi langsung tetapi juga sebagai sumber bibit untuk penghijauan.

SMPN 16 Depok

Aktivitas ini secara organik telah menjadi bagian integral dari program penghijauan yang lebih luas yang digalakkan oleh sekolah,” tuturnya.

Dengan pendekatan ini, setiap biji kelengkeng mengalami perjalanan penuh makna, dari bagian buah yang dikonsumsi untuk kesehatan siswa, berubah menjadi benih, lalu ditransformasi menjadi tanaman hijau oleh tangan siswa sendiri. Siklus ini menciptakan model pembelajaran lingkungan yang konkret, di mana siswa dapat menyaksikan langsung dampak dari upaya daur ulang dan kesabaran merawat tanaman.

Kegiatan ini juga membuka pelajaran tentang sumber makanan, siklus hidup tumbuhan, dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian alam dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar,” jelasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here