Jabaran.id – SMPN 29 Depok menggelar pesta demokrasi internal melalui Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) untuk periode 2026/2027. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan sekolah tersebut melibatkan partisipasi seluruh siswa dalam menentukan pemimpin organisasi mereka, dengan total 997 siswa dan 55 guru dan karyawan yang memiliki hak suara.
Pembina OSIS SMPN 29 Depok, Cepi Setiadi, menjelaskan bahwa dalam pemilihan kali ini terdapat dua pasangan calon untuk Ketua OSIS, yakni Reiva Adinda Putri dan Mutiara Putri Sachara, lalu yang satu lagi Danish Qaishar Setiawan Putra dan Selena Ammara Zahila dan dua pasangan calon untuk Ketua MPK, yakni Nickeyla Diandra Febita dan Azzahra Azilia Yasmine, lalu pasangan satu lagi Batrisyia Bilqis Damia R. dan Davina Alya. Para calon tersebut merupakan pengurus aktif OSIS dan MPK sebelumnya yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi.

“Calon-calon tersebut adalah para pengurus aktif OSIS dan MPK sebelumnya. Sistem pemilihan seperti ini sudah diterapkan sejak tiga tahun yang lalu,” ujar Cepi Setiadi.
Cepi memaparkan bahwa sebelum pelaksanaan pemilihan, terdapat tahapan pendaftaran calon yang dilaksanakan secara individu. Setelah itu, pendaftar yang lolos seleksi menentukan pasangannya masing-masing sesuai dengan organisasi yang diikutinya. Pasangan tersebut kemudian melakukan kampanye dan debat untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja mereka kepada seluruh siswa.
“Setelah lolos seleksi, mereka menentukan pasangannya masing-masing sesuai dengan organisasi yang diikutinya. Setelah itu pasangan tersebut melakukan kampanye dan debat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Cepi menyampaikan bahwa orang yang terpilih dalam pemilihan ini akan menggantikan Ketua OSIS periode 2025/2026, yakni Edlyn Arkananta, dan Ketua MPK Najla Dihar Iskandar periode 2025/2026. Proses regenerasi kepemimpinan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi siswa di sekolah.
Sementara itu, Kepala SMPN 29 Depok, Eriyasti, menegaskan bahwa kegiatan pemilihan ini merupakan sarana pembelajaran demokrasi yang konkret bagi para siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar bagaimana berorganisasi dan menggunakan hak suaranya untuk kemajuan sekolah.
“Ini adalah pembelajaran demokrasi untuk siswa. Belajar bagaimana mereka berorganisasi dan menggunakan hak suaranya untuk kemajuan sekolah. Mereka belajar berkampanye dan mengajak siswa untuk memilihnya,” kata Eriyasti.
Eriyasti menambahkan bahwa siswa yang tidak mencalonkan diri juga memperoleh pembelajaran berharga. Mereka belajar bagaimana mempelajari program calon Ketua OSIS dan MPK, lalu memilih siswa yang akan menjadi wakilnya. Proses ini melatih siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Sedangkan siswa yang lainnya belajar bagaimana mempelajari program calon Ketua OSIS dan MPK lalu memilih siswa yang akan menjadi wakilnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eriyasti juga menjelaskan perbedaan tugas antara OSIS dan MPK. Menurutnya, OSIS memiliki tugas untuk membantu dan mendukung program sekolah, sedangkan MPK memiliki peran sebagai pengawas.
“OSIS memiliki tugas untuk membantu dan mendukung program sekolah. Sedangkan kalau MPK mengawasi dan memastikan program kerja dari OSIS bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” terang Eriyasti.
Eriyasti berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi dan mampu menjalankan peran mereka masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Pemilihan Ketua OSIS dan MPK ini diharapkan menghasilkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa perubahan positif bagi sekolah.
Sebagai informasi, SMPN 29 Depok telah menerapkan sistem pemilihan dengan pasangan calon sejak tiga tahun terakhir. Sistem ini dinilai lebih efektif dalam melatih siswa untuk bekerja sama dalam tim dan menyusun program kerja yang terintegrasi.
“Selain itu, proses kampanye dan debat memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di depan public,” ucapnya. (*)


