Jabaran.id – Kwartir Ranting (Kwarran) Sukmajaya di Kota Depok kembali mengukuhkan posisinya sebagai barometer keberhasilan pembinaan karakter di Kota Depok melalui pencapaian gemilang di awal tahun 2025. Sebanyak 111 anggota Pramuka Garuda secara resmi merayakan syukuran kelulusan atas keberhasilan mereka meraih tingkatan tertinggi dalam kecakapan kepramukaan.
Seremoni khidmat ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta yang terdiri dari 73 Pramuka Garuda golongan Siaga, 27 golongan Penggalang, dan 11 golongan Penegak yang berasal dari berbagai pangkalan pendidikan di wilayah Sukmajaya.
Wakil Ketua Bidang Bina Muda, Siti Kumalasari, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses seleksi dan verifikasi yang ketat, di mana para peserta didik harus menunjukkan kompetensi di atas rata-rata, baik dalam aspek kepemimpinan, keterampilan kepanduan, maupun integritas pribadi.
Menurut Siti Kumalasari, menjadi Pramuka Garuda bukan sekadar tentang menyandang lencana, melainkan tentang tanggung jawab besar untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Pramuka Garuda adalah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka, yang menuntut konsistensi dalam pengamalan kode kehormatan berupa Satya dan Darma Pramuka di kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dalam proses mencetak lulusan tahun 2025 ini, kontribusi pangkalan pendidikan tingkat sekolah dasar menjadi sorotan utama. Tiga sekolah dasar negeri, yakni SDN Baktijaya 1, SDN Mekarjaya 11, dan SDN Baktijaya 5, tercatat sukses mengantarkan anak didiknya meraih predikat Garuda golongan Siaga.
Sementara itu, untuk golongan Penggalang, sebaran prestasi berasal dari institusi pendidikan menengah seperti SMPN 3 Depok, SMPN 4 Depok, SMPN 22 Depok, SMPN 33 Depok, serta MTs Al Kautsar. Pada level tertinggi, yakni golongan Penegak, Kwartir Ranting Sukmajaya meluluskan kader-kader terbaik dari SMAN 3 Depok dan SMA Yapemri.
Ketua Kwartir Ranting Sukmajaya, Mintarsih, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas keberhasilan pembinaan yang berjalan masif di wilayahnya. Keberhasilan melahirkan ratusan Pramuka Garuda dalam satu periode tahun berjalan merupakan prestasi yang tidak mudah diraih oleh setiap kwartir ranting. Mintarsih menegaskan bahwa fenomena ini adalah buah dari kerja keras kolektif para pembina yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa melalui gerakan Kepanduan. Baginya, kehadiran Pramuka Garuda adalah bukti konkret bahwa sistem kaderisasi di Sukmajaya berjalan secara dinamis dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Mintarsih memberikan pesan edukatif kepada para lulusan agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang ada saat ini. Momentum kelulusan ini justru disebut sebagai titik awal bagi para adik-adik Pramuka Garuda untuk membuktikan kualitas diri mereka yang sebenarnya.
Ia mengingatkan bahwa seluruh sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari para pemegang predikat Garuda harus menjadi cerminan nyata dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pramuka.
“Keberadaan mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi magnet positif dan teladan bagi rekan sebaya lainnya dalam menjunjung tinggi kedisiplinan serta kepedulian sosial,” terangnya.
Acara syukuran ini turut dihadiri oleh jajaran Andalan Bina Muda, Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), serta para Pembina Gugus Depan yang menjadi arsitek di balik keberhasilan para peserta didik. Kehadiran para stakeholder pendidikan ini mempertegas komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan non-formal yang sehat di Sukmajaya.
“Dengan bertambahnya 111 Pramuka Garuda ini, diharapkan estafet kepemimpinan bangsa di masa depan akan diisi oleh individu-individu yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan moral yang sudah teruji melalui kawah candradimuka gerakan Pramuka,” ucapnya. (*)
