Jabaran.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang pendidikan SMA, SMK, dan SLB tahun pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang dimulai pada hari Senin 18 Mei 2026 ini ditandai dengan pelaksanaan Kick Off SPMB Jawa Barat yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, Ervin Aulia Rachman, menjelaskan bahwa SPMB merupakan kegiatan yang luar biasa, di mana aksesibilitas menjadi perhatian utama. Ia mengakui bahwa rasio sekolah negeri yang ada saat ini belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah.
“SPMB adalah kegiatan yang luar biasa, dimana aksesibilitas menjadi perhatian, karena rasio belum bisa nampung secara keseluruhan di sekolah negeri. Maksudnya sekolah negeri yang ada sekarang ini belum bisa menampung semua lulusan sekolah,” ujar Ervin Aulia Rachman saat ditemui di lokasi sosialisasi.
Menurut Ervin, kondisi tersebut mengharuskan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Salah satu penyesuaian yang paling menarik adalah hadirnya program sekolah maung atau manusia unggul. Program ini menunjuk satu SMA dan satu SMK di setiap Kantor Cabang Dinas sebagai sekolah khusus bagi siswa dengan prestasi istimewa.
Untuk wilayah KCD 2, Ervin menyebutkan bahwa SMKN 3 Bogor, SMAN 1 Depok, dan SMAN 1 Bogor telah ditunjuk sebagai sekolah maung. Sekolah-sekolah ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik.
“Sekolah maung (manusia unggul) yang ditunjuk satu SMA dan SMK di tiap Kantor Cabang Dinas, di KCD 2 ada SMKN 3 Bogor, SMAN 1 Depok, dan SMAN 1 Bogor ini untuk siswa yang memiliki prestasi akademik dan non akademik, dan perlu diberikan pelayanan yang istimewa dari segi kemampuannya dalam prestasi,” jelas Ervin.
Terkait dengan SPMB jalur umum dan reguler, Ervin menambahkan bahwa tahun sebelumnya kuota tersebut diisi oleh lulusan SMP dan MTs negeri. Ia juga merinci pembagian porsi berdasarkan persentase penerimaan calon murid baru (CMB) untuk jenjang SMA dan SMK.
Untuk jenjang SMA, jalur prestasi mendapatkan porsi 30 persen, jalur mutasi 5 persen, jalur domisili 35 persen, dan jalur afirmasi 30 persen. Sementara untuk jenjang SMK, pembagian porsinya berbeda dengan jalur prestasi sebesar 55 persen, jalur mutasi 5 persen, jalur domisili terdekat 10 persen, dan jalur afirmasi 30 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyampaikan harapannya agar SPMB tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses. Ia berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berlangsung dengan baik tanpa kendala berarti.
“Semoga dengan sosialisasi ini bisa lancar dan baik. Ujian kepala dinas pendidikan itu ya SPMB, semoga di tahun ini bisa berlangsung dengan baik,” kata Wahid Suryono.
Wahid menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPMB sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara satuan pendidikan jenjang SMP dengan SMA atau SMK. Menurutnya, sinergi antarjenjang pendidikan menjadi kunci utama dalam menyukseskan sistem penerimaan murid baru di Jawa Barat.
“Tentunya ada kerjasama yang baik antara SMP dengan SMA atau SMK,” ujar Wahid Suryono menegaskan.
Sebagai informasi tambahan yang bermanfaat bagi calon murid dan orang tua, proses SPMB Jawa Barat tahun pelajaran 2026/2027 ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih adil melalui beragam jalur penerimaan. Jalur afirmasi misalnya, dialokasikan sebesar 30 persen untuk SMA maupun SMK guna mendukung siswa dari keluarga kurang mampu atau penyandang disabilitas. Sementara jalur domisili untuk SMA mendapat porsi terbesar yaitu 35 persen, sedangkan untuk SMK lebih mengutamakan domisili terdekat dengan porsi 10 persen. Calon murid yang memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, atau akademik dapat memanfaatkan jalur prestasi yang porsinya cukup besar, terutama untuk SMK yang mencapai 55 persen. Seluruh kebijakan ini diharapkan dapat mengakomodasi keberagaman potensi dan kondisi calon murid di seluruh wilayah Jawa Barat. (*)
