Jabaran.id – SMPN 10 Depok menggelar prosesi serah terima jabatan kepala sekolah dalam suasana penuh haru dan apresiasi. Antoni, yang memasuki masa purnabakti, menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Edi Nugraha, seorang guru senior yang selama ini mengabdi di SMPN 10 Depok. Prosesi ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang Antoni di dunia pendidikan sekaligus dimulainya babak baru kepemimpinan di SMPN 10 Depok.
Antoni menyampaikan bahwa momen serah terima jabatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan seorang pendidik. Menurutnya, selama menjalani profesi sebagai guru hingga kepala sekolah, banyak pengalaman berharga yang telah ia lalui dan menjadi bekal berharga dalam mengarungi dunia pendidikan.

“Ini adalah sebuah hal besar yang menjadi bagian dalam proses hidup. Tentunya selama menjadi guru dan kepala sekolah sudah mengalami berbagai hal yang bisa menjadi sebuah pengalaman yang berharga,” ujar Antoni saat ditemui usai prosesi serah terima jabatan.
Perjalanan karier Antoni di dunia pendidikan terbilang panjang dan penuh dedikasi. Ia mengawali kiprahnya sebagai guru pada tahun 1992 di SMP Bintara. Setelah bertahun-tahun mengabdi, pada 2009 ia berpindah tugas ke SMPN 15 Depok. Kariernya terus menanjak hingga pada 2016 ia dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 26 Depok. Pada 2020, ia kembali dipercaya memimpin SMPN 12 Depok, kemudian berlanjut ke SMPN 8 Depok pada 2022 hingga 2023. Puncak kariernya sebagai kepala sekolah adalah ketika dipercaya memimpin SMPN 10 Depok pada 2023 hingga masa purnabaktinya di tahun ini. Total, Antoni telah mengabdi selama 34 tahun di dunia pendidikan.
Selama 2 tahun 10 bulan memimpin SMPN 10 Depok, Antoni mengaku telah berupaya maksimal dalam menumbuhkan prestasi sekolah. Meski demikian, ia menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dikembangkan dan dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.
“Menumbuhkan prestasi yang masih harus dikembangkan lagi,” tutur Antoni singkat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, turut hadir dalam prosesi serah terima jabatan tersebut. Ia menyampaikan pesan filosofis tentang siklus kepemimpinan yang merupakan bagian dari hukum alam. Menurutnya, setiap orang memiliki masanya dan di setiap masa ada orang yang ditakdirkan untuk mengisi peran tersebut.

“Akan ada masanya dilupakan, karena setiap orang ada masanya, dan di suatu masa ada orangnya. Dengan kepala sekolah yang hebat dan guru juga yang hebat. Dengan sudah pensiun tentu bukan lagi untuk tidak menjadi aktif, tetapi sebaiknya tetap mengaktualisasi diri untuk menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan hidup,” kata Wahid Suryono.
Wahid Suryono juga menitipkan harapan besar kepada kepemimpinan baru di SMPN 10 Depok. Ia berharap kepala sekolah yang sekarang dapat melanjutkan dan mengembangkan capaian yang sudah diraih sebelumnya menjadi lebih baik lagi.
“Semoga kepala sekolah yang sekarang bisa mengembangkannya lagi sekolah yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Edi Nugraha yang kini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (PlT) Kepala SMPN 10 Depok menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya bukanlah sekadar posisi atau seremonial belaka. Ia menegaskan bahwa jabatan ini merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan kerja sama solid dari seluruh elemen sekolah.
“Ini merupakan amanah dan kepercayaan besar untuk kemajuan mutu. Ini bukan sekedar posisi atau seremoni. Tetapi tanggungjawab besar. Tentu harus ada kerjasama yang solid dengan seluruh elemen sekolah,” ujar Edi Nugraha.
Edi Nugraha juga mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah diraih oleh kepala sekolah sebelumnya. Menurutnya, fondasi yang sudah dibangun menjadi modal penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan ke arah yang lebih baik.
“Tentunya kemajuan yang sudah diraih kepala sekolah sebelumnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Edi Nugraha menyoroti dinamika dunia pendidikan yang terus berubah dan berkembang. Ia menilai bahwa tantangan dalam dunia pendidikan akan selalu ada, sehingga diperlukan adaptasi dan inovasi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Pendidikan itu sangat dinamis, tantangan selalu ada. Keberhasilan dunia pendidikan berasal dari kerjasama dan gotong royong banyak pihak,” pungkas Edi Nugraha. (*)


