Jabaran.id – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) resmi menjalin kemitraan dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang untuk menghadirkan Program Kelas Khusus Internasional (KKI) Study Jepang Joint Degree. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung saat Soft Launching Program KKI Double Degree di Gedung II Achadiati Ikram FIB UI, Depok, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dekan FIB UI Untung Yuwono menjelaskan bahwa program ini dirancang menggunakan skema kurikulum joint degree dengan tingkat kesetaraan mencapai 75 persen. Masa studi mahasiswa dibagi secara seimbang, yakni dua tahun di FIB UI dan dua tahun di TUFS Jepang.
“Jadi sebetulnya ada joint degree dan ada double degree. KKI Studi S1 Sastra Jepang ini memberikan gelar ganda dengan skema kurikulum joint degree yang hampir sama, sehingga ada kesamaan kompetensi,” ujar Untung.
Ia menambahkan, program ini bertujuan memperkuat daya saing lulusan agar siap menembus pasar kerja global, khususnya di Jepang. “Di Jepang banyak sekali tenaga kerja Indonesia dan peluangnya sangat terbuka. Melalui double degree, mahasiswa tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga pengalaman hidup, kebudayaan, dan interaksi langsung di luar negeri,” tambahnya.
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIB UI, Rouli Esther, menyampaikan bahwa mahasiswa program KKI Sastra Jepang ini akan mengantongi dua gelar sarjana sekaligus setelah menyelesaikan studi selama empat tahun.
“Mahasiswa akan mendapatkan gelar Sarjana Humaniora dari UI dan satu gelar lagi dari universitas partner, Tokyo University of Foreign Studies. Dari segi bahasa, perkuliahan menggunakan bahasa Jepang dan Inggris, sehingga mahasiswa terbiasa dengan iklim internasional sejak awal,” kata Rouli.
Rouli mengungkapkan bahwa pendaftaran program ini diproyeksikan mulai dibuka pada tahun akademik 2027/2028 melalui beberapa jalur, seperti Talent Scouting, SIMAK KKI, dan Global Talent.
“Peminat S1 Sastra Jepang reguler setiap tahunnya mencapai lebih dari 1.000 orang, sementara kuota reguler di bawah 100. KKI ini menjadi alternatif menarik bagi siswa kelas 12 SMA yang ingin merancang masa depan studi internasional,” tuturnya.
Sementara itu, Guru Besar School of Japanese Studies TUFS, Prof. Philip Seaton, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut kerja sama kurikulum didasari oleh hubungan riset yang erat antar-dosen dari kedua instansi.
“Kami tidak terlalu berpatokan pada pemeringkatan dunia, melainkan pada tujuan pendidikan dan riset yang selaras. Setelah menyelesaikan program dua tahun di UI dan dua tahun di TUFS, mahasiswa bebas memilih untuk bekerja di Jepang, kembali ke Indonesia, atau melanjutkan studi ke Eropa dan Amerika Serikat,” pungkas Prof. Philip.
