Jabaran.id — Tim 15 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) mendampingi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didominasi mama-mama di Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk meninggalkan kebiasaan mencatat keuangan usaha di ingatan. Lewat pelatihan pencatatan keuangan dan manajemen pesanan pada Sabtu, 27 September 2026, para pedagang diajarkan mengelola pembukuan secara rapi dan terstruktur.
Kegiatan ini menjadi awal dari program pemberdayaan bertajuk “Dari Kebun ke Pasar” yang berlangsung hingga 27 November 2026. Program ini hadir untuk menyelesaikan kendala klasik UMKM lokal, seperti tidak mengetahui keuntungan bersih, bercampurnya uang pribadi dengan modal usaha, hingga pesanan pembeli yang sering terlewat tanpa kepastian.
Ketua Tim 15 Ekspedisi Patriot UI, Karin Amelia Safitri, menegaskan pentingnya membenahi sistem keuangan dasar sebelum merambah pasar yang lebih luas.
“Kita tidak bisa langsung bicara pasar nasional kalau keuangan masih berantakan. Dari yang tadinya catat di ingatan, sekarang harus sudah bisa catat di buku. Ini bekal penting agar usaha mereka berkelanjutan,” ujar Karin dalam keterangan tertulisnya.
Pendampingan langsung di lapangan dilakukan bersama anggota tim dari UI, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Sriwijaya (UNSRI). Materi yang diberikan berfokus pada teknik pemisahan kas, pencatatan arus keluar-masuk uang, serta penyusunan sistem pesanan yang lebih profesional.
Inisiatif anak-anak muda ini mendapat dukungan resmi dari Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM setempat guna mendorong UMKM daerah naik kelas.
“UMKM Werianggi-Werabur kini sudah punya fondasi. Setelah tertib secara finansial, mereka akan lebih siap untuk naik kelas dan memikat pembeli yang lebih luas,” tutur Karin.


