Jabaran.id – Menyikapi dinamika sosial-politik dan aksi-aksi demonstrasi yang marak terjadi dalam beberapa minggu terakhir di berbagai daerah, Gerakan Pemuda atau GP Ansor Kota Depok bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) lintas iman Kota Depok menyampaikan sikap resmi untuk menjaga kondusivitas dan harmoni masyarakat.
Ketua GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi, menegaskan bahwa Depok sebagai kota dengan keragaman tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni bangsa. “Kami bersama elemen kepemudaan lintas iman berdiri tegak untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat tetap berlangsung secara damai, tertib, dan jauh dari tindakan provokatif maupun anarkis,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikap bersama tersebut, GP Ansor Kota Depok bersama pemuda lintas iman menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:
1. Menyampaikan doa dan simpati kepada para korban jiwa maupun luka akibat aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
2. Mendukung kebebasan berpendapat sesuai konstitusi, dengan syarat dilakukan secara damai dan bermartabat.
3. Mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD agar sungguh-sungguh mendengar serta menindaklanjuti aspirasi rakyat.
4. Mengimbau Polri dan TNI untuk mengedepankan pendekatan humanis, terukur, serta menindak tegas pihak yang memprovokasi kerusuhan.
5. Menginstruksikan kader pemuda lintas iman untuk aktif menjadi penyejuk, menjaga fasilitas umum, dan membangun ruang dialog.
6. Menegaskan komitmen menjaga Depok tetap kondusif sebagai simbol persaudaraan sejati dan demokrasi yang sehat.
7. Mengajak masyarakat Depok agar lebih bijaksana dalam menerima serta menyebarkan informasi di ruang digital, tanpa menyebarkan kebencian.
Pernyataan ini ditandatangani oleh pimpinan organisasi kepemudaan lintas iman di Kota Depok, di antaranya GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Pemuda Katolik, GAMKI, IKMD, Karang Taruna, dan KNPI.
“Perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang bukan penghalang, justru menjadi kekuatan untuk menjaga Depok agar tetap damai, harmonis, dan sejahtera,” tutup Muhammad Kahfi.
