Jabaran.id – Suasana ceria dan penuh kehangatan menyambut hari pertama masuk sekolah bagi siswa KB dan TK Nasional Plus (NP) Tunas Global Depok, usai menikmati masa libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriyah. Berbeda dari hari biasa, kegiatan belajar mengajar diawali dengan gelaran halal bihalal yang meriah, dirancang khusus untuk menjadi jembatan rekatnya kembali tali silaturahmi antar warga sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, sederet penampilan dari para siswa menjadi sorotan utama. Mulai dari aksi menggemaskan saat membacakan surat-surat pendek hingga atraksi tarian tradisional yang dibawakan dengan penuh percaya diri, semuanya turut memeriahkan suasana halal bihalal.

Kepala KB dan TK NP Tunas Global Depok, Saanih, menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri dimanfaatkan tidak hanya untuk saling bermaafan, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri anak setelah jeda panjang liburan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi penting untuk mengembalikan semangat belajar siswa dengan cara yang menyenangkan.
“Alhamdulillah, di hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran, kami menggelar kegiatan halal bihalal. Ini adalah momen yang sangat tepat untuk mengembalikan kebersamaan dan semangat anak-anak. Kami melihat, setelah liburan panjang, anak-anak perlu kegiatan yang tidak hanya seremonial tetapi juga menyentuh aspek sosial dan emosional mereka,” ujar Saanih.
Lebih lanjut, Saanih menyampaikan bahwa keterlibatan anak-anak dalam penampilan seperti membaca surat pendek dan menari merupakan bagian dari metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk mengasah keberanian dan kemampuan motorik anak sejak usia dini, sekaligus menanamkan nilai-nilai agama dalam suasana yang menyenangkan.
“Kami sengaja melibatkan anak-anak untuk tampil, karena ini adalah cara kami mengajarkan mereka untuk berani tampil di depan umum. Membaca surat-surat pendek, misalnya, bukan hanya tentang hafalan, tetapi juga tentang bagaimana mereka membangun kepercayaan diri. Begitu pula dengan tarian, itu melatih koordinasi motorik dan kerja sama. Nilai-nilai ini yang ingin kami tanam sejak dini,” tambahnya.
Puncak keceriaan acara kemudian hadir melalui penampilan seorang pendongeng profesional, Ka Yeni, yang membawa serta boneka-boneka atraktif. Kehadiran Ka Yeni berhasil menyedot perhatian seluruh siswa, mengubah kecemasan pertama kali masuk sekolah menjadi tawa dan antusiasme yang luar biasa.
“Aktivitas mendongeng ini menjadi daya tarik tersendiri, memberikan suasana rekreatif yang efektif untuk mencairkan suasana setelah masa liburan,” terangnya.
Selain hiburan, inti dari tradisi halal bihalal tetap menjadi fokus utama. Rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan salam-salaman yang dilakukan secara bergiliran antara guru, staf, dan seluruh siswa. Momen ini menjadi simbol permohonan maaf yang tulus, mengajarkan anak-anak tentang pentingnya memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan yang masih dalam suasana Syawal.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan kegiatan makan bersama yang melibatkan seluruh elemen sekolah. Suasana kekeluargaan begitu terasa saat para siswa, guru, dan orang tua yang hadir menikmati hidangan bersama.
“Dari sudut pandang psikologis anak, kegiatan seperti ini memiliki peran besar dalam membangun rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah, menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan bagi anak,” jelasnya. (*)
