Jabaran.id – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) yang jatuh pada 2 Mei menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Depok untuk memperkuat karakter dan kesadaran lingkungan di ekosistem sekolah. Upacara peringatan yang digelar di SMPN 13 Depok pada Senin, 3 Mei 2026, menjadi saksi komitmen lintas sektoral dalam memajukan kualitas pendidikan.
Walikota Depok, Supian Suri, yang bertindak sebagai pembina upacara, hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wahid Suryono, Camat Cinere Mursalim, jajaran pengawas, serta kepala sekolah SMP se-Kota Depok, dan guru, karyawan, dan siswa SMPN 13 Depok.
Dalam kegiatan tersebut, juga ada pemberian penghargaan kepada delapan sekolah atas pencapaian peningkatan skor pada raport pendidikan dalam kemampuan literasi dan numerasi di Kota Depok.

Dalam amanatnya, Walikota Depok memberikan perhatian serius terhadap isu lingkungan hidup, khususnya mengenai tata kelola sampah yang dimulai dari lingkungan satuan pendidikan.
Supian Suri menekankan bahwa sekolah harus menjadi laboratorium praktis bagi siswa dalam meminimalkan produksi sampah harian. Menurutnya, pemahaman mengenai distribusi sampah harus diubah secara fundamental agar beban lingkungan tidak sekadar berpindah tempat, namun benar-benar terselesaikan melalui sistem yang sistematis.
“Pengelolaan sampah di sekolah harus diminimalisir secara signifikan. Sampah jangan hanya sekadar dibawa pulang ke rumah, karena hal itu tidak menyelesaikan masalah dan tetap berpotensi dibuang sembarangan di tempat lain. Penanganan sampah yang benar adalah dikelola dengan baik langsung dari sumbernya, dimulai dengan pemilahan yang disiplin antara organik dan anorganik,” ujar Supian Suri di hadapan peserta upacara Hardiknas.
Selain aspek lingkungan, arah kebijakan pendidikan di Kota Depok juga difokuskan pada pengembangan kompetensi non-akademik siswa melalui wadah organisasi. Walikota menjelaskan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya diukur dari nilai di dalam kelas, tetapi juga dari kemampuan mereka berinteraksi dan memimpin dalam sebuah kelompok. Sekolah menyediakan berbagai pilihan ekstrakurikuler yang memiliki struktur organisasi formal, yang secara tidak langsung melatih mentalitas kepemimpinan sejak dini.
Jika siswa mampu mengatur waktu dengan bijak untuk menyelipkan aktivitas berorganisasi di sela jadwal akademik, hal tersebut akan menjadi wadah belajar bersama untuk menjadi pemimpin dan melatih cara bekerja sama dengan orang lain. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa dapat mengembangkan potensi dan bakat mereka secara optimal karena di sana terdapat struktur organisasi yang jelas.
“Siswa harus benar-benar bisa menikmati setiap proses pengembangan diri selama di sekolah, mengingat masa-masa pendidikan ini berjalan dengan sangat cepat,” urai Supian Suri.
Pentingnya organisasi di sekolah juga berkaitan dengan fakta bahwa keterampilan lunak atau soft skills seperti manajemen konflik, komunikasi publik, dan pemecahan masalah secara kolektif merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan di masa depan. Pendidikan formal yang dipadukan dengan pengalaman organisasi menciptakan sinergi yang membantu siswa memahami dinamika sosial secara lebih komprehensif.
“Melalui integrasi antara kesadaran ekologis dan penguatan karakter organisatoris, diharapkan lulusan sekolah di Kota Depok memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepedulian terhadap tatanan sosial serta lingkungan hidup,” ucap Supian Suri. (*)
Daftar delapan sekolah atas pencapaian peningkatan skor pada raport pendidikan dalam kemampuan literasi dan numerasi di Kota Depok :
- SDN Beji 4
- SDN Cinangka 4
- SDIT Darul Abidin
- SMPN 2 Depok
- SMPN 13 Depok
- SMP Katolik Permata Bunda
- SMP Bina Cendikia Islamic School
- SMPIT Al Haraki
