HomePendidikanIni Fokus SMPN 26 Depok di Workshop Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan

Ini Fokus SMPN 26 Depok di Workshop Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan

Jabaran.id – SMPN 26 Depok menyelenggarakan Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan tema ‘Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Berkualitas’. Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut menghadirkan Pengawas SMP Kota Depok, Titik Sugihartilawati Dewi, sebagai narasumber utama. Workshop ini bertujuan memperkuat keselarasan antara visi, misi, dan tujuan sekolah dengan program pembelajaran, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa.

Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai menegaskan, pentingnya workshop ini sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Dengan kurikulum yang terarah, kualitas pendidikan akan terus meningkat, dan siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program dan kegiatan sekolah benar-benar selaras dengan tujuan besar kami, yaitu memberikan pelayanan maksimal bagi siswa,” ujarnya.

Salah satu fokus utama workshop adalah pemahaman tentang pembelajaran mendalam (deep learning). Peserta diberikan pretest untuk mengukur pemahaman awal sebelum mendalami materi tentang Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh.

- Advertisement -

“Guru akan selalu menghadapi tantangan, tetapi yang terpenting bukan masalahnya, melainkan bagaimana cara kita menyikapinya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah asesmen kognitif dan non-kognitif untuk memetakan kemampuan siswa secara menyeluruh,” jelas Ahmad Sujai.

Workshop juga menekankan pentingnya kemitraan antara guru, siswa, dan orang tua. Peserta diajak untuk memahami perbedaan antara fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir bertumbuh). Fixed mindset cenderung membuat seseorang menghindar atau menyerah saat menghadapi masalah, sementara growth mindset menganggap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.

“Kolaborasi tidak hanya terjadi antar guru atau dengan siswa, tetapi juga melibatkan orang tua. Keluarga sekolah mencakup orang tua, dan sinergi antara sekolah dan keluarga inilah yang akan menciptakan pendidikan berkualitas,” tambahnya.

Pengawas SMP Kota Depok, Titik Sugihartilawati Dewi, dalam pemaparannya menyoroti perlunya perubahan paradigma dalam pembelajaran.

“Permasalahan itu sedikit, yang banyak adalah solusinya. Kuncinya ada pada pola pikir, yaitu kumpulan keyakinan yang menentukan cara seseorang melihat dan merespons suatu peristiwa,” paparnya.

“Dengan growth mindset, guru bisa mengubah setiap tantangan menjadi informasi berharga dan inspirasi untuk inovasi pembelajaran,” tambahnya.

Workshop ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik penyusunan strategi pembelajaran yang adaptif. Peserta diajak untuk merancang solusi kreatif terhadap masalah yang sering dihadapi di kelas, seperti kesenjangan pemahaman siswa atau kurangnya motivasi belajar.

“Kami ingin guru-guru SMPN 26 Depok tidak hanya mampu mengidentifikasi masalah, tetapi juga proaktif dalam mencari solusi dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif,” tandas Ahmad Sujai.

Tentunya itu semua haru ada komitmen bersama untuk mengimplementasikan hasil workshop dalam pembelajaran sehari-hari. Rencana tindak lanjut termasuk pendampingan berkala oleh pengawas sekolah dan evaluasi program berbasis data.

“Dengan semangat kolaborasi dan pola pikir bertumbuh, kami yakin SMPN 26 Depok akan terus melangkah maju memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa,” pungkas Ahmad Sujai. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here