HomePendidikanKartini Muda SMPN 23 Depok: Berkarya, Berbudaya, dan Berprestasi

Kartini Muda SMPN 23 Depok: Berkarya, Berbudaya, dan Berprestasi

Jabaran.id – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMPN 23 Depok menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif yang mengusung tema besar ‘Semangat Kartini Muda: Berkarya, Berbudaya, dan Berprestasi’. Acara yang melibatkan seluruh siswa dari kelas VII, VIII, hingga IX ini dirancang sebagai wadah transformasi nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini ke dalam konteks pendidikan modern.

Rangkaian acara dibuka dengan prosesi seremonial yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai kompetisi bakat. Kemeriahan terlihat jelas pada Lomba Fashion Show dan Lomba Menyanyi Lagu Daerah, di mana setiap kelas diwajibkan mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk tampil di atas panggung. Selain kompetisi fisik, kreativitas digital siswa juga diapresiasi melalui Lomba Video yang penilaiannya telah dilakukan secara mendalam oleh dewan juri dari bapak dan ibu guru berkompeten sebelum hari puncak, dan diumumkan secara resmi sebagai bagian dari perayaan hari ini.

Kartini di SMPN 23 Depok 1

Wakil Bidang Kesiswaan SMPN 23 Depok, Atiek Indriani, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai nilai-nilai emansipasi, kegigihan, dan betapa krusialnya pendidikan yang dahulu diperjuangkan oleh Kartini.

- Advertisement -

“Kami berupaya memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa-siswi untuk mengekspresikan bakat mereka melalui kompetisi seni,” jelas Atiek Indriani.

Hal ini dilakukan demi menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia, baik melalui busana adat maupun literasi budaya, sekaligus memotivasi siswa untuk terus mengukir prestasi tanpa memandang batasan gender dalam lingkungan sekolah yang inklusif.

Kartini di SMPN 23 Depok 2

Atiek Indriani turut memaparkan fakta fungsional terkait pentingnya kompetisi seni dalam pendidikan, di mana partisipasi dalam ajang seperti fashion show dan menyanyi dapat merangsang kecerdasan kinestetik serta auditori siswa. Secara ilmiah, keterlibatan remaja dalam aktivitas budaya secara aktif terbukti mampu memperkuat jalur saraf yang berkaitan dengan empati dan pemahaman lintas budaya.

“Hal ini menekankan bahwa kegiatan memperingati hari besar nasional bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari penguatan struktur kognitif dan sosial siswa dalam mempererat tali persaudaraan antarwarga sekolah,” tutur Atiek Indriani.

Sejalan dengan semangat tersebut, Kepala SMPN 23 Depok, Sukmawati Zulkifli, mengungkapkan harapannya agar melalui momentum ini, para siswa dapat memiliki karakter yang kuat, mandiri, serta menjunjung tinggi sopan santun yang mencerminkan jati diri bangsa. Beliau menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk tetap memahami dan menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya asing.

Kartini di SMPN 23 Depok 3

“Semifa semangat berkarya tidak berhenti pada hari perayaan ini saja, melainkan harus terinternalisasi menjadi gaya hidup sehari-hari di lingkungan sekolah,” ucap Sukmawaty Zulkifli.

Lebih lanjut, Sukmawati Zulkifli menambahkan informasi mengenai dampak positif dari atmosfer sekolah yang menghargai kesetaraan dalam belajar. Menurutnya, ketika siswa didorong untuk berani mengambil peran kepemimpinan dan tampil di depan publik sejak usia dini, mereka akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih stabil saat memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja nantinya.

“Dengan terciptanya suasana saling menghargai prestasi satu sama lain, SMPN 23 Depok berkomitmen mendukung lahirnya ‘Kartini Muda’ yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian terhadap kelestarian budaya nusantara,” pungkas Sukmawati Zulkifli. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here