Jabaran.id – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang proyek yang juga difungsikan sebagai toko kelontong semi permanen di kawasan padat penduduk Jalan Bengkel, RT 02 RW 02, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Kamis siang, 22 Januari 2026.
Insiden tersebut menghanguskan tujuh sepeda motor dan menyebabkan satu petugas pemadam harus mendapatkan perawatan medis.
Kepala Sub Bagian UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Cimanggis, Jumali, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi dengan kekuatan penuh.
“Personel dari Cimanggis kita kerahkan seluruhnya, dibantu unit dari Tapos, Mako Kota Kembang, Pos Wali, dan Merdeka. Total ada enam unit mobil pemadam ditambah satu mobil komando dengan 24 personel,” ujar Jumali di lokasi kejadian.
Api pertama kali diketahui muncul dari bagian tengah gudang. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan lain, termasuk warung yang berada di bagian depan dan belakang gudang.
“Bangunan ini multifungsi, selain gudang juga dipakai sebagai warung dan mess pekerja, jadi api cepat merembet,” jelasnya.
Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material cukup besar, termasuk tujuh unit sepeda motor yang terbakar habis serta isi toko kelontong.
“Ada kendaraan roda dua yang ikut terbakar, kurang lebih tujuh unit. Toko kelontong juga terdampak cukup parah,” tambah Jumali.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan berjalan tanpa kendala berarti meskipun area kebakaran cukup luas. Hingga kini, nilai kerugian masih dalam pendataan oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, satu petugas pemadam dilaporkan sempat dilarikan ke klinik terdekat akibat menghirup asap tebal saat proses pemadaman. Kondisinya dilaporkan stabil.
“Sudah ditangani dan dibawa ke klinik, alhamdulillah aman,” kata Jumali singkat.
Lurah Cisalak Pasar, M. Aris Wardhana, menambahkan bahwa bangunan tersebut merupakan gudang properti yang digunakan untuk produksi material bangunan seperti genteng, cat, dan thinner.
“Ini tempat produksi, terlihat banyak genteng dan bahan-bahan mudah terbakar yang nantinya dikirim ke konsumen,” ujarnya.
Aris juga mengimbau para pemilik gudang dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR).
“Minimal harus ada APAR untuk penanganan awal sebelum petugas datang, supaya api tidak cepat membesar,” pungkasnya.
