Jabaran.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menggelar acara pengukuhan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( K3S ) SD Negeri tingkat Kecamatan dan Kota Depok untuk masa bakti 2026-2029. Momen ini menjadi titik balik bagi organisasi yang menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan di jenjang Pendidikan SD.
Hal ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan pejabat lama dan dimulainya babak baru di bawah komando ketua yang baru. Jika sebelumnya organisasi K3S SD Kota Depok digawangi oleh Setia Wahyudi, maka untuk periode empat tahun ke depan, tampuk pimpinan resmi diemban oleh Kosasih.

Kosasih bukanlah wajah baru di lingkaran K3S, mengingat ia juga dipercaya sebagai Ketua K3S SD Negeri Kecamatan Cilodong. Transisi kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi dinamika pendidikan di kota Depok.
Proses suksesi ini tentu meninggalkan kesan tersendiri bagi pejabat lama. Setia Wahyudi, yang kini resmi melepas jabatannya, mengonfirmasi bahwa masa kerjanya terbilang singkat namun penuh makna. Ia menegaskan bahwa pada kesempatan kali ini, tertanggal 1 Maret 2026, dirinya sudah tidak lagi menjadi Ketua K3S SD Negeri setelah menjabat selama 10 bulan. Meski hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun, ia mengakui dinamika organisasi telah memberikan banyak pelajaran berharga.
“Pada kesempatan kali ini tertanggal 1 Maret 2026, saya sudah tidak lagi menjadi Ketua K3S SD Negeri, yakni 10 bulan. Lalu terpilih Kosasih dari Ketua K3S SD Kecamatan Cilodong menjadi Ketua K3S SD Kota Depok,” ujar Setia Wahyudi yang juga menjadi Ketua K3S SD Kecamatan Beji.
Lebih lanjut, ia memberikan dukungan penuh kepada penerusnya. Sebagai organisasi profesi, soliditas internal menjadi kunci utama dalam menjalankan program kerja. Ia berharap Kosasih mampu menjalin komunikasi yang hangat dengan semua elemen, tidak hanya di internal kepala sekolah, tetapi juga dengan pemerintah kota dan para pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara K3S, Disdik, dan stakeholder adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.
“Tentu dengan terpilihnya tersebut, akan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota K3S SD kecamatan. Selalu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kepala sekolah, dan juga pemerintah kota Depok serta dengan stakeholder,” imbuhnya.

Di sisi lain, tuntutan yang dihadapi oleh ketua yang baru tidaklah ringan. Kosasih, yang kini resmi menyandang amanah baru, mengakui bahwa organisasi K3S SD Negeri tingkat Kota Depok mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Ia menyadari bahwa tantangan ke depan jauh lebih kompleks dibandingkan saat ia memimpin di tingkat kecamatan. Dengan telah diterimanya SK ini, ia berkomitmen untuk bekerja lebih maksimal dan membawa K3S ke arah yang lebih produktif.
“Saya menyadari K3S SD Negeri itu mengalami pasang surut. Dengan adanya SK ini, ke depannya kami bisa bekerja lebih maksimal,” ungkap Kosasih penuh semangat.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua K3S SD Kecamatan Cilodong ini juga membeberkan tantangan nyata yang dihadapi di lapangan. Ia menuturkan bahwa pengalamannya sebagai ketua kecamatan selama setahun, ditambah posisinya sebagai sekretaris di tingkat Kota, memberinya perspektif utuh tentang kompleksitas masalah. Dari segi kompetensi manajerial, persoalan yang dihadapi sangat kompleks. Salah satu isu krusial yang masih membayangi adalah keberadaan sejumlah sekolah yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), yang tentu memiliki dinamika berbeda dibandingkan sekolah dengan kepala sekolah definitif.
“Ketika menjadi ketua K3S SD Kecamatan dan itu juga baru setahun, dan menjadi sekretaris di tingkat Kota, dari segi kompetensi manajerial permasalahannya sangat kompleks, karena masih adanya kepala sekolah yang dijabat secara Pelaksana Tugas (PLT),” jelasnya.
Selain persoalan manajerial, aspek sosial juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah besar. Kompetensi sosial menjadi tantangan yang banyak sekali dihadapi, terutama dalam membangun sinergi antar sesama kepala sekolah. Namun demikian, Kosasih optimistis dapat menjalankan amanah ini dengan baik, tentunya dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok, terutama Dinas Pendidikan, serta para pengawas yang selama ini menjadi mitra diskusi dan konsultasi.
“Lalu kompetensi sosial yang banyak sekali dihadapi, tentunya dengan dukungan dari pemerintah kota Depok, terutama Dinas Pendidikan Kota Depok, dan juga pengawas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suroyo, mecoba menyoroti pentingnya proses kaderisasi dalam sebuah organisasi profesi. Menurutnya, terpilihnya Kosasih yang merupakan representasi dari ketua kecamatan adalah bukti nyata bahwa proses kaderisasi di lingkungan K3S berjalan dengan baik.
“Ini membuktikan bahwa kaderisasi dalam sebuah organisasi itu penting, dan ini berhasil yakni dengan mengantarkan Kosasih menjadi ketua K3S SD Negeri Kota Depok. Lalu di tingkat K3S SD Negeri tingkat kecamatan,” ujar Wahid Suroyo.
Menurut catatan Dinas Pendidikan, pergantian kepengurusan ini terjadi di tengah dinamika birokrasi yang cukup aktif di awal tahun. Wahid Suryono sendiri baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada pertengahan Januar
i 2026 lalu, sebagai bagian dari rotasi besar-besaran yang dilakukan Wali Kota Depok Supian Suri untuk menyegarkan organisasi perangkat daerah . Dalam rotasi tersebut, sebanyak 17 pejabat eselon II turut dilantik, dan posisi Kepala Dinas Pendidikan menjadi salah satu yang menjadi perhatian publik .
Lebih lanjut, Wahid Suroyo menekankan bahwa momen pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Ia mengingatkan bahwa dengan resminya kepengurusan K3S SD Kecamatan dan juga Kota, ada harapan besar yang disematkan. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Tidak mungkin sebuah sekolah bisa bergerak maju sendiri-sendiri; kolaborasi adalah harga mati. Fungsi utama K3S adalah menjadi simpul penghubung, baik antar sekolah maupun antara sekolah dengan Dinas Pendidikan.
“Dengan kepengurusan yang baru ini menjadi langkah awal untuk menghadapi langkah awal memajukan dunia pendidikan. Dengan resminya kepengurusan K3S SD Kecamatan dan juga kota, diharapkan bisa menjadi jembatan, tentu bagaimana semua sekolah bisa terjalin komunikasi yang lebih baik, karena tidak mungkin sendiri-sendiri. Lalu komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok,” tegasnya.
Wahid Suroyo juga memberikan pesan khusus agar K3S tidak salah dalam memaknai perannya. Ia mengingatkan bahwa organisasi mitra ini jangan sampai memutus hubungan antara sekolah dengan dinas pendidikan. Justru, keberadaan K3S harus memastikan bahwa hubungan komunikasi antara sekolah dan dinas tetap berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi K3S adalah sebagai jembatan, bukan sebagai penghalang yang justru mempersulit aliran informasi dan kebijakan.
“Jangan sampai organisasi mitra ini memutus hubungan antara sekolah dengan dinas pendidikan. Jadi, sekolah tetap terjalin hubungan komunikasi yang efektif antara sekolah dengan dinas pendidikan Kota Depok. Fungsi K3S SD negeri adalah sebagai jembatan, bukan sebagai penghalang,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Kepala Disdik menyoroti dinamika eksternal yang semakin cepat berubah. Di era disrupsi seperti sekarang, institusi pendidikan tidak boleh terjebak dalam rutinitas dan pola lama yang itu-itu saja. Tuntutan zaman sekarang sangat cepat, dan dunia pendidikan harus responsif terhadap perubahan. Tidak bisa semuanya dilakukan secara rutinitas dan pola yang sama. Inovasi dan adaptasi menjadi kata kunci yang harus dipegang teguh oleh para kepala sekolah dalam membawa institusinya masing-masing.
“Tuntutan zaman sekarang sangat cepat, karena tidak bisa selalu semuanya dilakukan secara rutinitas dan pola yang sama. Ini yang harus kita pahami bersama,” pungkas Wahid Suroyo.
Dengan komposisi pengurus yang baru ini, publik pendidikan di Kota Depok menaruh harapan besar. K3S diharapkan tidak hanya aktif dalam urusan administratif, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari seluruh elemen, kepengurusan K3S yang baru diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dan membawa pendidikan dasar di Kota Depok menuju arah yang lebih cerah,” katanya. (*)
Susunan Penguru K3S SD tingkat Kota Depok

Daftar nama Ketua K3S SD Negeri tingkat kecamatan
Setia Wahyudi (Ketua K3S SD Kecamatan Beji)
Gangsar (Ketua K3S SD Kecamatan Cinere)
Yatmin (Ketua K3S SD Kecamatan Cimanggis)
Kosasih (Ketua K3S SD Kecamatan Cilodong)
Nurhayati (Ketua K3S SD Kecamatan Cipayung)
Sumiati (Ketua K3S SD Kecamatan Tapos)
Arif Suryadi (Ketua K3S SD Kecamatan Sukmajaya)
Suprayogi (Ketua K3S SD Kecamatan Sawangan)
Heni Herawati (Ketua K3S SD Kecamatan Pancoranmas)
Triningsih (Ketua K3S SD Kecamatan Limo)
