Jabaran.id – SMPN 18 Depok mengadakan kegiatan Pekan Kreativitas Siswa yang berisikan berbagai macam penampilan siswa kelas VII dan VIII. Di dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan acara pelepasan 350 siswa kelas IX SMPN 18 Depok untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, dan mereka telah resmi menjadi angkatan ke-13 sekolah tersebut.
Ketua Panitia, Yulia Fita Utari, menjelaskan bahwa pekan kreativitas kali ini diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII. Untuk siswa kelas IX diadakan pelepasan secara resmi setelah dinyatakan lulus dan menjadi angkatan ke-13 dari SMPN 18 Depok.

“Total siswa kelas IX yang dilepaskan berjumlah 350 orang yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Sementara itu, kelas VII terdiri dari 9 rombel dan kelas VIII memiliki 11 rombel,” terangnya.
Dalam acara tersebut, berbagai penampilan ditampilkan oleh siswa. Setiap kelas diwajibkan menampilkan satu aksi. Kelas VII diberikan kebebasan untuk menampilkan apa saja, sedangkan kelas VIII menampilkan tarian tradisional nusantara.
“Kelas VIII ada penampilan yang disesuaikan dengan mata pelajaran Seni Tari selama pembelajaran semester 2, maka menampilkan tari tradisional nusantara,” jelas Yulia Fita Utari.

Selain itu, siswa inklusi turut ambil bagian dengan menampilkan tarian dan lagu, demikian pula dengan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Kepala SMPN 18 Depok, Wahyu Hidayat, menyampaikan amanat perpisahan yang penuh makna. Terutama jangan melupakan tempat bisa menimba ilmu dan mengembangkan potensi serta bakat. SMPN 18 Depok adalah bagian dari perjalanan hidup para siswa.

“Setelah lulus, kini saatnya berada di tantangan baru, yakni di jenjang pendidikan berikutnya. Semua adalah bagian dari proses perjalanan hidup, dan semua itu harus dinikmati dan dijalani dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Dudih Rohaedi, memberikan pandangan bahwa perpisahan bukanlah akhir segalanya, tetapi ini bisa disebut juga sebagai awal.
Dudih juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam perjalanan pendidikan anak. Orang tua adalah bagian dari perjalanan, tanpa mereka tidak ada kehidupan.

Lebih lanjut, Dudih Rohaedi menyampaikan sejumlah rekomendasi praktis bagi sekolah terkait keberlanjutan pendidikan para lulusan.
“Sekolah harus bisa mendata alumninya, melanjutkan ke jenjang pendidikan di mana, itu untuk memastikan mereka melanjutkan hal pendidikannya,” jelasnya. Pendataan tersebut penting dilakukan agar sekolah dapat memantau akses dan keberlanjutan pendidikan bagi setiap siswa setelah meninggalkan bangku SMP. (*)
