Jabaran.id – Sebanyak 21.255 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), serta instansi terkait dikerahkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Jawa Barat. Operasi pengamanan ini menjadi bagian dari Operasi Lilin Lodaya 2024, yang berlangsung mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Akhmad Wiyagus, menjelaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah sejumlah titik strategis yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur panjang.
“Kami mengarahkan pengamanan di rumah ibadah, pusat keramaian seperti mal dan pasar, jalur mudik, serta lokasi wisata. Semua titik ini dipantau dengan ketat untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” ujar Irjen Pol Akhmad Wiyagus.
Operasi Lilin Lodaya merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru. Tahun ini, operasi dilaksanakan dengan lebih intensif, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat tajam, baik untuk beribadah, liburan, maupun pulang kampung.
Irjen Pol Akhmad Wiyagus menambahkan bahwa upaya pengamanan akan dibagi ke beberapa sektor sesuai dengan kebutuhan dan potensi risiko di lapangan.
“Personel kami telah dikerahkan ke berbagai sektor, mulai dari penjagaan gereja, pengaturan lalu lintas di jalur mudik dan balik, hingga pengawasan ketat di kawasan wisata yang menjadi destinasi favorit masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Polri juga bekerja sama dengan pihak gereja dan komunitas setempat untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman dan tertib. Sistem keamanan berlapis akan diterapkan di gereja-gereja besar yang diperkirakan akan dipadati jemaat.
Kolaborasi antara Polri, TNI, dan instansi terkait menjadi kunci dalam pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya tahun ini. Personel TNI akan mendukung pengamanan pada lokasi-lokasi strategis yang membutuhkan penjagaan lebih ketat, sementara Dishub akan bertanggung jawab pada pengaturan lalu lintas, khususnya di jalur-jalur utama menuju kawasan wisata dan daerah rawan kemacetan.
“Kami juga melibatkan dinas terkait seperti Satpol PP dan petugas kesehatan untuk memastikan seluruh aspek pengamanan, termasuk kesiapan dalam situasi darurat,” ujar Kapolda Jabar. (*)
