Jabaran.id – SMP Muhammadiyah Sawangan menyelenggarakan proses pemilihan pengurus Palang Merah Remaja (PMR) untuk periode masa bakti 2026-2027. Momentum ini bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan menjadi tonggak keberlanjutan prestasi bagi salah satu ekstrakurikuler paling bergengsi di institusi pendidikan tersebut.
Berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan secara demokratis oleh seluruh anggota aktif, Athifa Zilfa Byandya resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua PMR SMP Muhammadiyah Sawangan yang baru. Kepemimpinan Zilfa nantinya akan diperkuat oleh sinergi dari Mutia Lailatul Fitri yang mengemban amanah sebagai Sekretaris, serta Refalina Putri Aurora yang dipercayakan sebagai Bendahara.
Kepala SMP Muhammadiyah Sawangan, Yulyanah, memberikan apresiasi mendalam atas terlaksananya pemilihan ini. Ia menegaskan bahwa PMR bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan wadah pembentukan karakter yang sangat diminati oleh para siswa.
“Ekstrakurikuler PMR merupakan salah satu unit kegiatan favorit di sekolah kami yang secara konsisten telah menghasilkan banyak piala dan penghargaan melalui berbagai kejuaraan maupun perlombaan PMR. Kami memiliki harapan besar agar di bawah kepengurusan yang baru ini, Zilfa beserta rekan-rekannya dapat meningkatkan kualitas serta intensitas kegiatan Palang Merah Remaja agar jauh lebih baik lagi dari periode sebelumnya,” ujar Yulyanah.
Lebih lanjut, Yulyanah menjelaskan bahwa peran PMR di SMP Muhammadiyah Sawangan memiliki cakupan yang luas, melampaui batas kompetensi teknis di arena perlombaan. Keberadaan anggota PMR menjadi pilar penting dalam aksi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
“Bukan hanya aktif dalam mengikuti perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi PMR SMP Muhammadiyah Sawangan juga memiliki peran nyata di masyarakat. Para anggota secara rutin terjun langsung menjadi petugas medis dalam berbagai agenda kegiatan Muhammadiyah maupun kegiatan sosial lainnya, yang membuktikan bahwa mereka memiliki jiwa pengabdian yang tinggi,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kesiswaan SMP Muhammadiyah Sawangan, Asep Awaludin, menekankan pentingnya pembinaan PMR sebagai sarana edukasi kesehatan sejak dini. Ia memaparkan bahwa melalui PMR, siswa tidak hanya belajar mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), tetapi juga memahami prinsip-prinsip kemanusiaan, kesamaan, dan kemandirian.
“Kegiatan PMR ini memiliki manfaat jangka panjang bagi siswa, seperti pemahaman mendalam mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Kami memastikan para pengurus baru ini memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai Tri Bhakti PMR, yakni meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional maupun internasional,” jelas Asep Awaludin. (*)

WEIHHHH, semoga kedepannya bisa jadi pengurus yang baik n ttp tabah dalam mengurusi masalah atau pun ngajarin anggota baru pmr🌝