HomeJabarPerkuat Hubungan Industrial Dua Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Studi Tiru ke Sleman

Perkuat Hubungan Industrial Dua Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Studi Tiru ke Sleman

Jabaran.id — Guna memperkuat hubungan industrial dua daerah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor melakukan giat studi tiru ke wilayah Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menyebutkan, giat tersebut sebagai upaya dan langkah menghadapi masa krusial dan pembahasan dewan pengupahan.

“Dewan pengupahan biasanya itu kita sudah rapat-rapat mulai Oktober November nanti, ujungnya kita harus merekomendasikan terkait dengan pengupahan. Baik UMK maupun UMSK. Rekomendasi Bupati kepada Gubernur,” ungkapnya kepada Jabaran.id.

Iya menyatakan bahwa di tahun 2026 ini diharapkan lebih kondusif terkait pengupahan. Iya menilai, HMK juga memengaruhi tingkat pertumbuhan suatu wilayah. Karena apabila UMK nya terlalu tinggi investasi itu kendur untuk datang.

- Advertisement -

“Nah kenapa di Jogja itu hubungan industrial nya baik-baik saja bagus, di Sleman juga demikian. Makanya kita lihat di satu sisi mereka UMK-nya rendah. 2 juta 400 sampai 2 juta 600, di kita 5 juta 161. Tapi mereka fine-fine saja gitu kan,” beber Nana.

“Kami ingin mempresentasikan kepada rekan-rekan serikat buruh bahwa dengan gaji yang minimalis juga mereka bisa hubungan industrial bisa baik-baik saja,” tambah Nana.

Imbasnya lanjut Nana, pada saat UMK terlalu tinggi terutama sektor padat karya itu enggak mau, enggak datang ke kita. Bahkan yang sudah berinvestasi pun yang padat karya banyak yang relokasi ke Jawa Tengah.

“Kami tidak ingin terjadi itu di Kabupaten Bogor untuk tahun selanjutnya. Sehingga untuk pencerahan rekan-rekan serikat buruh bahwa yang penting mah kita tidak ada PHK. Tidak ada efisiensi perusahaan, sehingga ujung-ujungnya efisiensi kan PHK gitu. Jadi saya tidak ingin menambah angka pengangguran karena PHK,” tegasnya.

“Kami juga memberikan pencerahan bahwa di UMK yang lebih rendah pun mereka bisa mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan,” ucapnya.

Kemudian Nana mengatakan, untuk Yogjakarta sebenarnya dalam mengurangi pengangguran itu di sektor industri pariwisata. Karena di balik industri pariwisata banyak membuka menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru dan bahkan bisa mengembangkan UMKM.

“Artinya di sini adalah harus kita contoh. Mereka bisa UMKM-nya bergerak bahkan termasuk home industry itu berkembang di sana,” ujar Nana.

“Dengan studi tiru ini kami berharap, Bogor bisa menghidupkan industri pariwisata. Seiring dengan itu juga industri UMKM, home industry bisa berkembang lebih lanjut sehingga tidak terpaku kepada sektor formal. Tapi sebagai sektor informal ini bisa menyangga dan kita harus banyak belajar dari mereka,” jelas Nana.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here