Jabaran.id — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Fisioterapi Sekolah Vokasi UI (Universitas Indonesia) mengedukasi orang tua dan kader posyandu di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, terkait stimulasi motorik mulut anak guna mencegah risiko stunting akibat Gerakan Tutup Mulut (GTM).
Langkah ini diambil mengingat pentingnya pemahaman motorik mulut, seperti mengisap, mengunyah, hingga menelan agar anak dapat beradaptasi dengan beragam tekstur makanan dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi secara optimal.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen penanganan gizi nasional. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional memang berhasil turun menjadi 19,8 persen dari angka 21,5 persen pada 2023. Namun, angka tersebut menegaskan bahwa aksi nyata di level akar rumput masih sangat dibutuhkan.
Ketua Tim Pengmas Vokasi UI, Dr. Aditya Denny Pratama, S.St.Ft., M.Fis., AIFO, menjelaskan bahwa pemahaman teknik stimulasi oral sejak dini sangat krusial untuk mencegah gangguan makan berkepanjangan pada anak.
“Stimulasi sensorik dan motorik merupakan bagian yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk aktivitas otot oral. Oleh karena itu, orang tua perlu dibekali pemahaman dan keterampilan untuk memberikan stimulasi yang tepat sejak dini, sekaligus mengenali apabila terdapat tanda-tanda gangguan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut,” kata Aditya.
Didukung Hibah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dari Direktorat Pengabdian Inovasi Sosial (DPIS) UI, tim dosen dan mahasiswa terjun langsung memberikan panduan. Rangkaian kegiatan meliputi skrining kondisi GTM, penyuluhan stunting, demonstrasi teknik stimulasi motorik mulut, hingga pembagian home program sebagai panduan latihan mandiri di rumah.
Inisiatif ini pun mendapat respons positif dari masyarakat lokal. Ketua Posyandu Mawar, Agnes, mengakui bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru bagi para ibu dan kader kesehatan di lingkungannya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi para orang tua dan kader posyandu, karena memberikan pemahaman yang lebih luas tentang proses makan dan tumbuh kembang anak. Selama ini mungkin masih banyak orang tua yang menganggap anak menutup mulut atau sulit makan sebagai hal biasa. Melalui edukasi ini, kami menjadi lebih memahami apa yang perlu diperhatikan dan bagaimana stimulasi sederhana dapat dilakukan di rumah,” ungkap Agnes.
Selain menjalankan tridarma perguruan tinggi, aksi nyata Vokasi UI ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-Being), demi mencetak generasi masa depan Indonesia yang sehat dan bebas stunting.
