Jabaran.id – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kecamatan Sukmajaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Jami Al Istiqomah. Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen para guru dalam meneladani kepemimpinan dan akhlak Rasulullah.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Depok, Syafrudin, jajaran Pengawas Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Sukmajaya, serta Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Depok.

Ketua Panitia Pelaksana, Sadeli menjelaskan bahwa agenda peringatan hari besar Islam ini dikemas secara khusus untuk menyelaraskan nilai-nilai spiritual dengan tantangan dunia pendidikan modern.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengusung tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah Menginspirasi Generasi Masa Kini’. Kami berharap momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi pendorong semangat bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus menghidupkan ajaran Nabi dalam aktivitas pengajaran sehari-hari di sekolah,” kata Sadeli.
Mengenai hal tersebut, Ketua PGRI Kecamatan Sukmajaya, Maman Sutarman menyampaikan pandangannya terkait figur Nabi Muhammad SAW sebagai figur pendidik utama yang patut dicontoh oleh setiap guru.
“Rasulullah adalah seorang pendidik sejati, bukan hanya dari kata-kata tetapi dari sikap dan sifatnya. Tugas pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu tetapi membangun karakter generasi pengisi masa depan bangsa. Peran penting guru melihat Rasulullah dalam mendidik adalah menjadi pondasi generasi bangsa, di mana kehadiran guru di dalam kelas harus menjadi sumber inspirasi nyata bagi para siswa,” ujar Maman Sutarman.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Sukmajaya, Arif Suryadi menegaskan pentingnya konsistensi sikap seorang pendidik, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.
“Guru harus menjadi teladan tentang kasih sayang, lembut, ikhlas, jujur, dan sabar. Guru harus menjadi contoh untuk siswanya, dan di Sukmajaya hal itu sudah diterapkan secara bertahap. Semua pekerjaan ada risiko dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, dalam mendidik kita harus sadar akan pentingnya memberikan keteladanan yang baik. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Guru adalah profesi yang melekat di mana saja dan kapan saja, maka kita wajib menjadi teladan di mana pun dan kapan pun,” tutur Arif Suryadi.
Penceramah dalam kegiatan tersebut, Ustad Nisar Salim menekankan pentingnya menjaga warisan utama Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur’an dan Sunnah sebagai panduan hidup serta bahan pengajaran utama dalam keluarga dan sekolah.
“Manusia bisa mulia karena punya iman, dan manusia bisa jadi hina kalau tidak punya iman. Kita harus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT untuk menjadi takwa, dan itu menjadi bekal terbaik saat berjumpa dengan Allah SWT. Ada dua hal yang diwariskan yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Al-Qur’an harus bisa dibaca dengan baik. Ketika kita sudah bisa membacanya, wariskan keahlian dan pemahaman tersebut kepada anak-anak serta siswa-siswi kita,” pukas Ustad Nisar Salim. (*)

